nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korupsi! Bos Besar Samsung Divonis Penjara 5 Tahun

Widi Agustian, Jurnalis · Jum'at 25 Agustus 2017 20:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 25 320 1763297 korupsi-bos-besar-samsung-divonis-penjara-5-tahun-tuhhWOK4Yz.jpg Foto: Reuters

JAKARTA - Miliarder yang menjadi pimpinan dari salah satu perusahaan terbesar di Korea Selatan Samsung Group, Jay Y Lee divonis penjara selama lima tahun.

Jay Y Lee terbukti melakukan korupsi dalam rangka mempertahankan dominasi Samsung selama puluhan tahun di Korsel. Demikian dilansir dari Reuters, Jumat (25/8/2017).

Setelah selama enam bulan terakhir skandal mega-korupsi menghantui Korsel. Bahkan, presiden saat itu, Park Geun-hye, juga turun tahta akibat kasus ini. Park Geun-hye diminta Jay Y Lee untuk mengintervensi pengadilan atas kasusnya. 

Pengadilan juga memutuskan Lee bersalah karena menyembunyikan aset di luar negeri, penggelapan dan sumpah palsu.

Baca Juga:

Sakit dan Dipenjara, 2 Pemilik Samsung Tetap Jadi Terkaya di Korea Selatan

Laba Samsung Diperkirakan Naik 5,6% di Kuartal III

Jay Y Lee yang berusia 49 merupakan pewaris kerajaan bisnis Samsung, salah satu kerajaan korporat terbesar di dunia. Dia telah ditahan sejak Februari dengan tuduhan menyuap Park untuk membantu menguasai Samsung Electronics, produsen smartphone dan chip terkemuka di dunia. Perusahaan ini juga masuk di sektor obat-obatan dan perlengkapan rumah hingga asuransi dan hotel.

"Ini adalah kasus antara eksekutif Lee Jae-yong dan Samsung Group, yang telah terus mempersiapkan suksesi Jay Y Lee ... menyuap presiden," kata Hakim Pengadilan Distrik Seoul Kim Jin-dong.

Baca Juga:

Usai Anjlok 7%, Saham Samsung Balik Arah Menguat 4%

Kim mengatakan bahwa sebagai pewaris kelompok tersebut, Lee berdiri untuk mendapatkan keuntungan paling banyak dari bantuan politik yang diterima untuk Samsung.

Lee membantah melakukan kesalahan, dan salah satu pengacaranya, Song Wu-cheol, mengatakan bahwa dia akan mengajukan banding.

"Putusan bersalah seluruhnya tidak dapat diterima," kata Song.

Dia meyakini bahwa kliennya akan menang dalam pengadilan yang lebih tinggi.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini