Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Asal Usul Lahirnya Hari Perumahan Nasional, Bung Hatta: Semua Bisa Dapat Rumah jika Sungguh-Sungguh

Giri Hartomo , Jurnalis-Jum'at, 25 Agustus 2017 |14:15 WIB
Asal Usul Lahirnya Hari Perumahan Nasional, Bung Hatta: Semua Bisa Dapat Rumah jika Sungguh-Sungguh
Foto Bung Hatta (Wikimedia)
A
A
A

JAKARTA - Mohammad Hatta alias Bung Hatta selain dikenal sebagai Bapak Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia dan Bapak Koperasi, beliau juga dikenal sebagai salah satu tokoh penting yang sangat concern pada masalah perumahan.

Namun, pemikiran Bung Hatta mengenai permasalahan perumahan hanya diketahui secara terbatas oleh kalangan tertentu saja, khususnya mereka yang bergelut di bidang perumahan dan permukiman.

Pemikiran Bung Hatta mengenai bidang perumahan tentu dapat ditangkap dengan baik ketika Bung Hatta menyampaikan pemikirannya melalui pidato pada Kongres Perumahan Rakyat Sehat di Bandung yang berlangsung pada tanggal 25-30 Agustus 1950. Kongres tersebut dihadiri oleh peserta dari 63 kabupaten dan kotapraja, 4 provinsi, wakil dari Jawatan Pekerjaan Umum, utusan organisasi pemuda, Barisan Tani, pengurus parindra dan tokoh perseorangan lain.

 Baca Juga: Hari Perumahan Nasional: Menteri PUPR Diminta Sadarkan Masyarakat Pelihara Rumah

Pada Kongres tersebut ada beberapa masalah yang dipaparkan terkait dengan permasalahan perumahan. Khususnya yang menyangkut bahan pembangunan rumah rakyat, bentuk perumahan, sanitasi perumahan sampai menyangkut peraturan dan persediaan tanah perumahan.

Dari kongres tersebut turut menghasilkan beberapa usulan. Seperti mengenai harus didirikannya perusahaan pembangunan perumahan di daerah, penetapan syarat-syarat minimal bagi pembangunan perumahan dan pembentukan badan yang menangani perumahan.

Baca Juga: Menteri PUPR: 72 Tahun Merdeka, Pangan Belum Terpenuhi apalagi Papan

Dalam sambutannya pada kongres tersebut, Bung Hatta menyampaikan Ada pun pemikirannya terkait perumahan. Di mana saat itu Bung Hatta berpemikiran bahwa untuk terselenggaranya kebutuhan perumahan rakyat bisa tercapai apabila semuanya bersungguh-sungguh

“Cita-cita untuk terselenggaranya kebutuhan perumahan rakyat bukan mustahil apabila kita sungguh-sungguh mau dengan penuh kepercayaan, semua pasti bisa," kata Bung Hatta dalam kutipan sambutannya pada Kongres Perumahan.

Baca Juga: Cerita soal Bung Hatta, Meutia: Sejak di Belanda Dia Selalu Berpikir Kerakyatan

Pemikiran Bung Hatta tersebut menegaskan bahwa rakyat berhak untuk mendapatkan perumahan dan itu dapat terwujud dengan baik apabila ada itikad dari semua pihak untuk dapat mewujudkannya. Tentunya pemikiran Bung Hatta tersebut selaras dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 yang tercantum dalam pasal 28H ayat (1).

Di mana dalam UUD tersebut berbunyi 'Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan'.

Berdasarkan Amanat UUD 1945 ini, maka pemerintah berkewajiban untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah yang layak huni bagi masyarakat, karena rumah merupakan hak dasar bagi setiap orang.

Pada akhirnya pemikiran Bung Hatta dan amanat konstitusi inilah yang dijadikan landasan pemerintah untuk menetapkan lahirnya Hari Perumahan Nasional pada tanggal 25 Agustus 2015. Hal ini sebagai salah satu bukti keseriusan pemerintah didukung oleh seluruh pemangku kepentingan bidang perumahan untuk menjalankan amanat konstitusi dalam membantu masyarakat, khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah untuk mendapatkan rumah layak huni.

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement