Namun, pada saat kredit diperbankan belum tumbuh sesuai harapan, pasar modal di Indonesia berhasil mengalami pertumbuhan positif. Hal ini merupakan bukti mulai membaiknya kepercayaan investor pada ekonomi Indonesia.
"Tetapi yang satu kita ingin menjadi jelas dalam rapat koordinasi tadi. Itu di 1 Januari sampai Juli itu pertumbuhan di non perbankan, di pasar modal itu tumbuh kira-kira Rp160 triliun. Dan Rp160 triliun itu, 55% adalah dalam bentuk obligasi korporasi. Kalau kreditnya perbankan belum terlalu tinggi, tetapi pertumbuhan pembiayaan alternatif di pasar modal itu baik. Jadi ini adalah kondisinya," ujarnya.
Baca Juga: Ketua OJK: Saya Yakin Suku Bunga Kredit Bisa Single Digit
BI pun berharap pihak perbankan dapat menurunkan suku bunga kredit agar dapat meningkatkan minat dari para investor untuk berinvestasi. Sebab, BI telah beberapa kali menurunkan suku bunga acuan.
"Tetapi tetap perlu kita perhatikan kondisi pertumbuhan kredit yang masih di bahwa double digit ini perlu kita sama-sama jaga untuk perbaiki. Nah Bank Indonesia bisa menurunkan 7 Day Reverse Repo Rate ini juga mengharapkan menjadi signal confidence kepada pasar bahwa memang sudah saatnya untuk ekspansi," ujarnya.
Saat ini 7 Day Repo Rate telah dipatok sebesar 4,5%. BI belum memastikan apakah nantinya akan kembali dilakukan penurunan suku bunga acuan.