Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Duh! Gubernur BI Sempat Khawatir dengan Lambannya Pertumbuhan Kredit

Dedy Afrianto , Jurnalis-Senin, 28 Agustus 2017 |20:39 WIB
Duh! Gubernur BI Sempat Khawatir dengan Lambannya Pertumbuhan Kredit
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
A
A
A

"Belum karena sekarang posisi Bank Indonesia atas stance moneternya netral. Ya kita lihat saja nanti ke depan," ujarnya.

Jokowi pun berharap agar suku bunga kredit dapat turun. Dengan begitu, maka pertumbuhan permintaan kredit dapat meningkat. "Presiden hanya meyakinkan bahwa kita semua bersiap untuk memberikan pelayanan yang baik. Kita upayakan juga supaya tidak ada deposan-deposan yang saling bersaing minta supaya bunganya tinggi tinggi tinggi dan biasanya itu yang membuat bunga kredit juga susah turun. Jadi arahan-arahan yang umum. Tetapi OJK akan menindaklanjuti," ungkapnya.

Jika suku bunga kredit perbankan turun, diharapkan angka penyaluran kredit dapat meningkat. Diharapkan, pada tahun 2018 mendatang penyaluran kredit berada pada level 10 hingga 12%.

Seperti diketahui, BI beberapa waktu lalu telah melakukan revisi terhadap target pertumbuhan kredit. Saat ini, pertumbuhan kredit di Indonesia ditargetkan tumbuh pada level 8% hingga 10%.

"Jadi masih single digit seperti di tahun yang lalu. Tetapi kita harapkan di semester kedua 2017 pertumbuhan kredit akan lebih baik. Dan nanti 2018 pertumbuhan kredit antara 10 sampai 12% kembali," ungkapnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement