Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terkuak! Kajian Sri Mulyani soal Daya Beli, Konsumsi Masyarakat Menengah Turun dan Miskin Naik

Giri Hartomo , Jurnalis-Senin, 04 September 2017 |12:08 WIB
Terkuak! Kajian Sri Mulyani soal Daya Beli, Konsumsi Masyarakat Menengah Turun dan Miskin Naik
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Para pedagang hewan kurban banyak yang mengeluhkan turunnya penjualan hewan kurban pada Lebaran Idul Adha tahun ini. Hal ini diduga karena adanya penurunan daya beli.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, untuk kelompok masyarakat menengah terlihat adanya peningkatan konsumsi. Meskipun begitu, pertumbuhan konsumsi kelompok masyarakat ini masih relatif lebih rendah dibandingkan tahun lalu.

Bagaimana tidak, pada tahun lalu pertumbuhannya bisa mencapai 8% hingga 8,5%. Namun pada tahun ini baru mencapai 7%.

"Untuk kelompok masyarakat terutama yang menengah memang terlihat adanya pertumbuhan yang tetap tinggi namun dibandingkan tahun lalu lebih rendah, kalau sekarang tumbuhnya 7%, tahun lalu bisa 8%-8,5%, itu pada kuartal IV sampai dengan ke 8%, itu adalah kelompok kelas menengah di Indonesia," ujarnya saat ditemui di Komplek Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (4/9/2017).

Baca Juga: Penjual Hewan Kurban Mengeluh Sepi Pembeli, Sri Mulyani: Kami Sudah Pelajari soal Daya Beli

Hal berbeda justru datang dari kelompok masyarakat miskin. Karena pada kuartal I-III, kelompok masyarakat miskin memiliki pertumbuhan konsumsinya lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

"Jadi memang kita lihat di satu sisi ada satu kelompok masyarakat yang pertumbuhan konsumsinya lebih tinggi dan daya belinya ada," jelasnya.

Baca Juga: Dikritik DPR soal Pertumbuhan Ekonomi 2018 Terlalu Optimistis, Sri Mulyani: Tetap Realistis!

Menurut Sri Mulyani, tingginya pertumbuhan konsumsi masyarakat miskin karena pengaruh kebijakan dari pemerintah. Di mana kebijakan tersebut memfokuskan untuk meningkatkan daya beli pada kelompok menengah ke bawah.

"Itu terjadi akibat dari berbagai kebijakan pemerintah yang memfokuskan untuk meningkatkan daya beli kelompok yang berpendapatan 40% ke bawah, sementara yang menengah ada sesuatu yang menyebabkan pertumbuhan konsumsi mereka lebih rendah dari tahun sebelumnya, ini juga penyebab dalam hal kenaikan listrik yang rumah tangga kelas menengah," jelasnya

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement