Share

Ditargetkan Jadi Pusat Logistik, Bandara Kertajati Bakal Angkat Perekonomian Bandung Cs

Trio Hamdani, Jurnalis · Senin 04 September 2017 18:10 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 04 320 1769119 ditargetkan-jadi-pusat-logistik-bandara-kertajati-bakal-angkat-perekonomian-bandung-cs-a5vR0i2Id7.jpg Ilustrasi Bandara. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pembangunan Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB/Bandara Kertajati) yang berlokasi di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, sudah mencapai 55%. Ditargetkan, bandara tersebut dapat beroperasi pada 2018 mendatang.

Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan berharap, nantinya Bandara Kertajati dapat menjadi pusat logistik. Namun untuk merealisasikan itu, perlu ditopang oleh sistem IT yang mumpuni.

"Kertajati itu jadi center ya kemana-mana, jadi kita pengen Kertajati tuh jadi pusat logistik nanti seperti misalnya kita bikin sistem IT semua itu," kata Luhut di kantornya, Jakarta, Senin (4/9/2017).

Baca Juga: Sah! AP II Jadi Operator Bandara Internasional Jawa Barat

Menteri Luhut pun hari ini melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama stakeholder untuk membahas perkembangan pembangunan Bandara Kertajati hingga sejauh ini. Ada beberapa hal yang dibahas termasuk keinginannya menjadikan bandar tersebut sebagai pusat logistik.

Namun, pada intinya, Luhut ingin pembangunan Bandara Kertajati bisa segera selesai. Dia meyakini kehadiran bandara tersebut bakal memberikan dampak positif, terutama bagi kawasan sekitarnya.

"Lapangan terbang Bandara Kertajati, kan (akses) jalan ke Bandung biar sekaligus tuntas gitu. Kemudian semua sudah jalan, masalah-masalah percepatan saja. Karena kalau itu lapangan terbang sudah jadi, kan dampaknya juga bagus," paparnya.

Baca Juga: Wah, 51% Saham Bandara Kertajati Bisa Dikuasai Pemprov

Menurutnya, pembebasan lahan yang dilakukan pemerintah untuk memuluskan pembangunan bandara itu pun sudah berjalan sesuai harapan. Sayangnya, pembebasan lahan dari pihak swasta belum menunjukkan perkembangan positif. "Yang dari private sector yang pembebsan itu masih banyak belum selesai," tandasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini