Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bertemu Jokowi, Penasihat Khusus PM Jepang Bahas Pelabuhan Patimban hingga Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

Dedy Afrianto , Jurnalis-Selasa, 05 September 2017 |15:04 WIB
Bertemu Jokowi, Penasihat Khusus PM Jepang Bahas Pelabuhan Patimban hingga Kereta Cepat Jakarta-Surabaya
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Dedy Afrianto/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini melakukan pertemuan tertutup Japan Global Exchange Forum. Delegasi dari Jepang ini dipimpin langsung oleh Penasihat Khusus Perdana Menteri Jepang Hiroto Izumi.

"Jadi Mr Izumi ini beliau adalah Prime Minister untuk kabinet yang khusus ditugaskan untuk infrastruktur. Saya ketemu beliau di sana. Ini ditindaklanjuti beliau ke sini," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/9/2017).

 Baca juga: Diklaim Kalahkan Pesawat, Pakai Kereta Cepat ke Surabaya Tak Sampai 5 Jam

Menurut Basuki, pertemuan ini secara spesifik membahas tentang kerjasama pada setor infrastruktur. Delegasi ini juga membawa pengusaha asal Jepang.

"Mereka membawa pengusaha Jepang di forum pembangunan perkotaan dan infrastruktur," ungkapnya.

 Baca juga: China Siapkan Hyperloop bak Kereta Secepat Peluru, Bagaimana Wujudnya?

Pada pertemuan ini, terdapat beberapa proyek infrastruktur yang dibahas oleh delegasi Jepang. Pertama adalah tentang pelabuhan Patimban.

"Pertama tentang perkembangan Patimban Port. Mereka merencanakan dibuka maret 2019, ini mau dipercepat. Ini mereka minta sama-sama mengusulkan," kata Basuki.

Saat ini, pembangunan Pelabuhan Patimban memang tengah dipercepat. Nantinya, akses jalan dari pelabuhan ini menuju jalan nasional juga akan segera dibangun.

 Baca juga: Parah! Proyek Rel Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Dekat Tol Cikampek Mangkrak

"Jadi ini segera dibangun sudah semua persiapannya untuk portnya dan untuk aksesnya yang sampau ke jalan nasional, sedangkan yang ke Jalan Cipali ini sedang kami usulkan lagi dengan Jaica," ungkapnya.

Selain itu, pertemuan ini juga turut membahas tentang kereta cepat Jakarta Surabaya. Saat ini, proyek tersebut masuk ke dalam tahap feasibility study (FS).

"Ini baru di FS sekarang karena ada tiga opsi, apakah pakai (jalur) yang lama apakah merehab yang lama ataukah dengan lewat Solo, rel baru. Ini yang sedang di FS, jadi presiden belum memutuskan masih menunggu FS satu (hingga) dua bulan ini," ujarnya.

Proyek Mass Rapid Transit (MRT) juga turut dibahas dalam pertemuan ini. Namun, proyek ini masih dalam tahap pembahasan, khususnya untuk jalur Timur-Barat.

"Kemudian ada MRT ini disinggung untuk east-west ini kita akan ajukan formalnya, kan ini yang sekarang yang sudah diselesiakan. Nah nanti bagian timur ke barat akan segera diajukan usulannya secara formal," ujarnya.

Proyek ini diharapkan dapat dibangun tepat waktu. Dengan begitu, proyek ini dapat memberikan nilai tambah bagi ekonomi masyarakat sekitar.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement