JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, negara Jepang sudah menyatakan ketertarikannya kepada tujuh proyek strategis pemerintah.
"Jadi 7 itu sudah oke mereka. Ya semua sudah oke," ungkap Basuki di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Selasa (5/9/2017).
Menurutnya, dari proyek yang sudah dinyatakan minatnya oleh Jepang yang pertama adalah Pelabuhan Patimban, dan yang kedua Kereta Cepat Jakarta-Surabaya yang saat ini sudah tahap feasibilty study dengan tiga opsi pembangunan.
"Ada tiga opsi jalur atau pilihan, apakah pakai jalur yang lama atau jalur yang lama tapi direhab, atau dengan jalur yang baru melalui Solo. Itu menunggu feasibilty study dan mereka minta mana yang mau diputusin pemerintah dan mereka minta diputusin segera," jelasnya.
Baca Juga: Selain Masela, Jepang Minat Investasi di Pulau Terdepan Indonesia
Selain itu, ada proyek Blok Masela yang Jepang ingin mulai dikerjakan November 2017, proyek Tol Sumatra yang ada di Padang Bukit Tinggi-Pekanbaru yang Jepang setuju untuk mendanani. Tapi dananya belum diberikan karena harus melaporkan kepada Presiden terlebih dahulu.
"Belum tapi dilaporkan pada Presiden apa mau loan atau step loan langsung ke Hutama Karya, akan diputuskan oleh Kemenkeu," jelasnya.
Proyek lainnya, yakni Wastewater Treatment, Mass Rapid Transit (MRT) fase II hingga pulau-pulau terluar di wilayah Indonesia.
"MRT second phase mulai October 2018. Kemudian nanti yang east west. Itu akan segera juga dimulai. Serta pulau-pulau terluar Indonesia kayak Morotai, Bitung, Saumlaki, Natuna, itu mereka juga udah investment, mereka bangun prasarana dan sarana, air minum, perumahan," tukasnya.
Baca Juga: Tak Mau Kalah dari China, Jepang Ajukan Diri Bangun Kereta Cepat hingga MRT
Adapun 7 proyek tersebut adalah,:
1. Pelabuhan Patimban
2. Kereta Api Surabaya-Jakarta
3. Blok Masela
4. Tol Trans Sumatra,
5. Wastewater Treatment
6. MRT Fase II
7. Pulau-Pulau Terluar Indonesia.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.