Image

OKEZONE WEEK-END: Berawal dari Kain Kafan, Pemuda Ini Sukses Berbisnis Batik

Dedy Afrianto, Jurnalis · Minggu 10 September 2017, 05:02 WIB
https img o okeinfo net content 2017 09 08 320 1772286 okezone week end berawal dari kain kafan pemuda ini sukses berbisnis batik uWG2iq7fQ3 jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Usia tak menjadi penjamin kesuksesan seseorang. Usia matang memang menjadi nilai tambah dalam mencapai kesuksesan karena banyaknya pengalaman yang dimiliki. Namun, anak muda juga memiliki banyak peluang untuk lebih sukses bermodal ambisi besar yang dimiliki.

Dalam dunia bisnis, keberanian adalah hal utama yang harus dimiliki. Keberanian lah yang membuka pintu menuju jalan kesuksesan.

 Baca juga: INSPIRASI BISNIS: Hangatnya Usaha Bubur Ayam Buat Kantong Tebal!

Hal ini dibuktikan oleh Ibnu Riyanto. Usianya masih sangat muda. Namun, ia kini telah berhasil menjadi Chief Executive Officer (CEO) dari Trusmi Grup di usianya yang ke-28 tahun. Trusmi grup merupakan sebuah grup bisnis yang memiliki inti bisnis pada penjualan batik.

Langkah Ibnu menjadi pimpinan grup bisnis di usia muda ternyata tak mudah untuk dicapai. Ibnu bercerita, bisnis ini ia mulai dengan menjual kain kafan setelah pernikahannya dengan sang istri.

"Tahun 2006 sama istri menikah muda, saya waktu itu usianya 17 tahun. Setelah menikah kebingungan mau ngapain," ujar Ibnu kepada Okezone.

 Baca juga: OKEZONE WEEK-END: Usaha Coffee Corner Balik Modal dalam 10 Bulan, Ini Hitung-hitungannya!

Berbekal uang hasil pernikahan sebesar Rp15 juta, Ibnu memutuskan untuk menjalankan bisnis dengan menjual kain kafan. Hal inilah yang membuka mata Ibnu terhadap dunia bisnis.

Namun, Ibnu menyadari bahwa bisnis yang saat itu ia jalankan tidak mengalami kemajuan yang pesat. Ibnu pun memutuskan untuk memulai bisnis baru dengan menjual batik pada tahun 2007.

Batik kala itu belum begitu diminati seperti saat ini. Hanya saja, berbekal keyakinan dan niat untuk melestarikan budaya, Ibnu memutuskan untuk menjual batik secara kecil-kecilan.

"Tetangga banyak yang bikin batik kecil-kecilan. Kayaknya menarik juga," ungkapnya.

Menjadi penjual batik ternyata cukup memberikan keuntungan bagi Ibnu. Bahkan, Ibnu kemudian memutuskan untuk mengubah ruang tamunya seluas 4x4 meter sebagai tempat untuk menjalankan bisnisnya pada akhir tahun 2007.

 Baca juga: INSPIRASI BISNIS: Nikmati Keuntungan dari Usaha Restoran Steak!

Keputusan Ibnu ini ternyata berdampak besar para kariernya sebagai pebisnis. Minim pengalaman dengan bekal pendidikan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), bisnis batik Ibnu semakin berkembang.

Ruang tamu yang ia sulap sebagai tempat penyimpanan barang pun secara perlahan dikenal oleh konsumen. Bahkan, konsumen secara langsung menyambangi ke rumah Ibnu untuk membeli batik yang ia jual kala itu.

"Setelah itu modal sudah terkumpul, lalu dibuat plang 4x6 meter. Plang ini lebih besar dari ruang tamu," kenang Ibnu sembari tertawa.

Memasuki tahun 2008, bisnis batik yang dijalankan oleh Ibnu semakin melejit. Hal ini tidak terlepas dari adanya klaim batik dari Malaysia yang sempat menjadi topik pembicaraan hangat kala itu.

Dua tahun berselang, bisnis batik yang ia jalankan semakin berkembang. Bahkan, pada tahun 2010 Ibnu berhasil membuka toko batik seluas 2 hektar. Ibnu kemudian berhasil memperoleh rekor MURI sebagai pemilik toko batik terluas pada usia muda.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Berita Rekomendasi

Okezone Week-End
Cari Berita Lain Di Sini