NEW YORK - Pasar saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, mencatatkan rekor tertinggi, dengan saham finansial memimpin kenaikan. Namun, kenaikan tersebut terhambat oleh penurunan saham Apple Inc (AAPL.O) setelah meluncurkan iPhone terbarunya.
Indeks S&P 500, Dow Jones dan Nasdaq Composite ditutup berada di level tertinggi, dengan investor tertarik pada aset berisiko, karena kekhawatiran tentang ketegangan AS dengan Korea Utara berkurang, dan dampak keuangan dari Badai Irma tampak sebesar yang dikhawatirkan.
Sektor keuangan.SPSY adalah pendorong indeks S&P 500 terbesar selama sesi reguler, karena saham bank dibantu oleh kenaikan imbal hasil US Treasury. Sementara sektor utilitas dan real estat ditutup sedikit terkoreksi.
Dow Jones Industrial Average .JJI naik 61,49 poin atau 0,28% menjadi 22.118, indeks S&P 500 .SPX menguat 8,37 poin atau 0,34% menjadi 2.496, dan indeks Nasdaq Composite .IXIC menguat 22,018 poin atau 0,34% menjadi 6.454,28.
Kekhawatiran tentang dampak Badai Irma surut dampaknya tidak sebesar perkiraan. Sementara itu, investor mengabaikan komentar Presiden AS Donald Trump bahwa sanksi PBB untuk Korea Utara hanyalah langkah yang sangat kecil, dan tidak seberapa dibandingkan dengan program nuklir.
Namun, saham Apple (AAPL.O) ditutup volatile 0,4% lebih rendah menjadi USD160,86 setelah naik setinggi USD163,96 menyusul pembukaan ulang tahun edisi ulang tahun ke 10 dari iPhone.
Sekira 5,91 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di atas rata-rata perdagangan 20 hari terakhir sebesar 5,79 miliar.
(Martin Bagya Kertiyasa)