Share

Bos BEI ke Menteri Rini: Jangan Lupa Bu, Go Public BUMN

Ulfa Arieza, Jurnalis · Rabu 20 September 2017 10:24 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 20 278 1779451 bos-bei-ke-menteri-rini-jangan-lupa-bu-go-public-bumn-RPGZhCwLyr.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Indonesia Power (IP) sebagai anak perusahaan PT PLN (Persero) yang bergerak dalam bidang pembangkitan tenaga listrik, melakukan sekuritisasi Efek Beragun Aset (EBA) dengan nama EBA Danareksa Indonesia Power PLN1- Piutang Usaha (EBA DIPP1). Pada tahap pertama ini, nilai EBA ditawarkan sebesar Rp4 triliun dengan aset dasar disekuritisasi adalah aset keuangan yang merupakan bagian dari piutang penjualan ketenagalistrikan PLTU Suralaya 1-4. 

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mendorong langkah PLN ini terus diikuti oleh BUMN lainnya. Tidak hanya itu, Tito juga mengharapkan agar keuntungan yang didapat masyarakat  dalam jangka waktu yang lebih singkat. Sehingga masyarakat menjadi familiar dengan investasi pada sekuritisasi. 

Baca Juga: Siap-Siap! Indonesia Kendaraan Terminal Bakal IPO Tahun Depan

"Kalau kita lihat di Singapura suami belikan istrinya, keluarganya, sekuritisasi yang aman dibayar bulanan untuk keluarganya," ujarnya di Gedung BEI, Rabu (20/9/2017).

Selain itu, Tito juga mengharapkan BUMN untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal. Hal tersebut diungkapkannya langsung di depan Menteri BUMN Rini Soemarno dengan nada bercanda. 

Baca Juga: Incar Dana Rp3 Triliun, WIKA Gedung Targetkan IPO November 2017

"Saya percaya masih ada belasan lagi, ini baru 4 di PLTU Suralaya, dan Bu Rini masih punya banyak stok lagi. Tapi jangan lupa BU, go public IPO sahamnya juga dicatatkan," kata Tito. 

Sekadar informasi, penerbitan EBA milik Indonesia Power, ini seiring dengan rencana strategis Indonesia Power, untuk melakukan sekuritisasi EBA sebanyak-banyaknya Rp10 triliun, dan akan dilakukan secara bertahap hingga akhir tahun 2018, sebagai salah satu sumber pendanaan mendukung program 35.000 MW. 

Baca Juga: Buktikan Pasar Confidence, Sri Mulyani Berharap Perusahaan Lakukan IPO hingga Right Issue

Penawaran telah berlangsung mulai 4 hingga 11 September 2017 di mana hasil book building EBA DIPP1 mendapat sambutan positif dari investor. Sekuritisasi aset keuangan IP mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 2,7x yaitu mencapai Rp10,05 triliun dari target Rp4 triliun. Terdiri dari penawaran umum EBA Kelas A Rp3,688 triliun dan penawaran terbatas EBA Kelas B Rp312 miliar.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini