JAKARTA - Pemerintah mencatat laju pertumbuhan ekonomi yang didorong dari investasi semakin meningkat. Di triwulan ke II kinerja dari investasi mencapai 5,4% atau pertumbuhannya lebih tinggi dari periode yang sama di 2016 sebesar 4,2%.
Meski pertumbuhan konsumsi dan investasi itu relatif cukup kuat tetap tidak membuat puas Menteri Keuangan Sri Mulyani. Pasalnya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 6%-7% maka dibutuhkan jumlah investasi yang lebih banyak.
Baca juga: Top! Indonesia-Kroasia Sepakat Perkuat Komoditas Perdagangan
"Perekonomian kita didorong pertumbuhannya dari investasi langsung oleh PMA dan PMDN. Nah di Indonesia PMA dan PMDN kita relatif cukup baik, ke duanya tumbuh growt-nya 12,7%, itu cukup tinggi. Namun dibandingkan keinginan kita mau tumbuh 6-7%, 12,7% mestinya lebih tinggi lagi," ujarnya dalam acara Persatuan Insinyur Indonesia di Kantor Pertamina Pusat, Jakarta, Jumat (29/9/2017).
Sri Mulyani meyakini Indonesia bisa mencapai target tersebut. Pasalnya, saat ini sisi investasi masih sangat atraktif denan besarnya pasar dan daya beli.
Baca juga: Menperin: Indonesia Negara Favorit Tujuan Investasi
Selain itu, Indonesia juga didukung dengan kebijakan ekonomi makro yang stabil dan baik. Hal ini, lanjut Sri Mulyani, akan membuat investasi datang berduyun-duyun.
"Kita PMA tumbuh 10,6% dan PMDN 15,9%. Negara-negara yang pernah saya datangi waktu di Bank Dunia itu pertumbuhan investasi double digit seperti ini merupakan sesuatu yang bagus. Jadi kalau kita mau tumbuh 6%-7%, investasi harus lebih tinggi," tukas dia.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.