Image

Tarif Cukai Rokok Naik, Tengok Prediksi Saham Gudang Garam

Ulfa Arieza, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 13:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 13 320 1794686 tarif-cukai-rokok-tengok-prediksi-saham-gudang-garam-fnVSiHbRoF.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA - Tarif rokok dipastikan naik dalam waktu dekat, menyusul akan diterbitkannya kebijakan penerapan tarif cukai rokok yang baru.

Sebelumnya Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pamudji, mengatakan bahwa kenaikan cukai rokok akan diterapkan pada minggu ini atau selambat - lambatnya minggu depan.

Baca juga: Siap-siap! Harga Rokok Bakal Naik Pekan Ini

Analis PT Bahana Sekuritas Michael Setjoadi mengatakan tahun ini rata-rata kenaikan cukai rokok sekitar 10% - 11%. Kenaikan ini tentunya akan memengaruhi produsen rokok Indonesia. Namun, pada tahun depan, kenaikan cukai rokok diprediksi akan lebih rendah yaitu pada kisaran 7% - 9%.

Dari empat pemain besar di industri tembakau Indonesia, Bahana Sekuritas merekomendasikan beli untuk saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM). Pulihnya daya beli masyarakat tahun depan khususnya masyarakat menengah ke bawah yang pada umumnya adalah target pasar perusahaan, memberikan sentimen positif bagi GGRM.

Baca juga: Wih, Rokok Duduki Peringkat Kedua Konsumsi Rumah Tangga Miskin

"Salah satu hal yang menolong pulihnya daya beli masyarakat adalah perhelatan pilkada dan juga kampanye pemilihan Presiden yang diperkirakan akan dimulai pada paruh kedua tahun depan. Pilkada diperkirakanakan meningkatkan konsumsi untuk wilayah di luar kota," ujarnya melalui riset tertulis, Jumat (13/10/2017).

Selain itu, prediksi kenaikan cukai rokok pada tahun depan yang lebih rendah akan lebih menguntungkan bagi Gudang Garam. Laba bersih perseroan diperkirakan akan naik sebesar 6% menjadi Rp7,25 triliun dari perkiraan laba bersih sepanjang 2017 sekitar Rp6,85 triliun. Bahana juga memperkirakan GGRM akan diperdagangkansebesar 17,6 x PE pada 2018.

Baca juga: Patut Disimak! Cara Uruguay Sukseskan Kebijakan Antirokok

Sekadar informasi, pada enam bulan pertama tahun ini, pendapatan GGRM meningkat 8,88% menjadi Rp40,2 triliun dari sebelumnya Rp36,9 triliun year-on-year (yoy). Sementara, laba bersih meningkat 8,9% menjadi Rp3,12 triliun dari sebelumnya Rp2,8 triliun.

 (tro)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini