nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waduh, Selandia Baru Hadapi Krisis Keripik Kentang

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 17 Oktober 2017 14:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 17 320 1797039 waduh-selandia-baru-hadapi-krisis-keripik-kentang-GPiUnXatfx.jpg Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)

WARGA Selandia Baru tidak bisa dilepaskan dari keripik kentang. Bukan hanya camilan untuk makanan kala santai, keripik kentang juga sudah menjadi identitas yang melekat pada warga Selandia Baru.

Selandia Baru menghadapi krisis keripik kentang pada musim panas ini. Ini disebabkan karena kekurangan pasokan kentang. Dengan begitu, pabrik keripik tidak bisa beroperasi mengolah kentang. Krisis itu disebut dengan “chipocalypse “. Musim hujan yang ekstrem di Selandia Baru menyebabkan krisis kentang sehingga harganya pun merangkak naik.

Di beberapa tempat sepertiga hasil panen kentang tidak bisa dipanen. Pergantian musim yang tidak berjalan mulus itu menyebabkan kerugian besar bagi petani kentang. Di banyak toko di seluruh Selandia Baru, krisis keripik kentang sudah terasa dampaknya. Banyak toko yang memajang plakat bertuliskan tidak ada keripik kentang.

Musim dan cuaca memang kerap disalahkan dalam krisis keripik kentang. “Musim hujan dimulai sejak Maret. Itu baru berhenti,” ujar Chris Claridge, kepala Asosiasi Kentang Selandia Baru. Dia mengungkapkan tahun ini menjadi tahun paling basah. Berbicara kepada Radio Live NZ , Claridge mengungkapkan para petani tidak mendapatkan musim kering yang diperlukan untuk memanen kentang mereka. “Kentang juga butuh hidup. Mereka memerlukan bernafas. Kentang itu tumbuh di tanah. Mereka tidak efektif karena terendam air,” ujar dia.

Kelebihan air di ladang kentang menyebabkan petani mengalami kesulitan untuk memanen kentang. Tanah yang basah tidak bisa digaruk dengan traktor. Untuk mengatasi krisis kentang, para petani juga membutuhkan waktu selama beberapa bulan ke depan. “Kalian akan mendapatkan keripik kentang saat Natal, saya berjanji,” ungkap Claridge. Krisis keripik kentang menjadi berita utama di media-media besar di Selandia Baru.

Obrolan di media sosial juga menyatakan bahwa krisis keripik kentang hanya mitos. Toko dan supermarket di Selandia Baru juga berusaha keras untuk mendapatkan pasokan keripik kentang dari penyuplai lain. Itu dilakukan untuk menghindari permasalahan. Apalagi, krisis keripik kentang berpotensi untuk terjadi pada masa mendatang juga.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini