Share

Simak! Napak Tilas AirAsia Mendarat di Bursa Saham Indonesia

Ulfa Arieza, Jurnalis · Rabu 18 Oktober 2017 19:23 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 18 278 1798014 simak-napak-tilas-airasia-mendarat-di-bursa-saham-indonesia-YXgH0XFBmh.jpg Ilustrasi AirAsia. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Pemegang saham PT Rimau Multi Putra Pratama Tbk (CMPP) akhirnya membuka pintu bagi PT Indonesia Air Asia (IAA) untuk menjadi bagian mayoritas dari perusahaan. Dengan demikian, IAA akan memasuki pasar modal Indonesia dengan menunggangi CMPP.

"Kita sudah setujui di RUPSLB, 76% untuk buat beli perpetual securities IAA dan menggunakan skema imbreng," ujar Komisaris Utama CMPP Donny P Pranoto di Jakarta, Rabu (18/10/20217).

IAA melalui FN dan AIL akan mengakuisisi mayoritas saham CMPP dengan porsi total sebesar 97,96% saham CMPP. Prosesnya sendiri, ditargetkan rampung pada November mendatang. "Kita melihat perspektif bisnisnya, prospek penerbangan baik untuk perusahaan kami," katanya.

Dengan akuisisi ini, maka Air Asia secara langsung menjadi perusahaan publik yang tercatat di pasar modal. Melalui transaksi investasi dengan CMPP, IAA akan menjadi pemegang saham mayoritas di CMPP dengan total porsi saham sebesar 97,96%.

Baca juga: Catat! AirAsia Bakal Go Public Lewat Skema Backdoor Listing

Sebelum rencana transaksi ini dilakukan, saham CMPP dimiliki oleh PT Rimau Multi Investama (RMI) dengan porsi kepemilikan saham sebesar 76,24% dan publik sebanyak 23,76%. Perseroan juga memiliki entitas anak yaitu PT Multi Mekar Lestari (MML) dan PT Rimau Shipping (RS).

Di satu sisi, PT Indonesia Air Asia (IAA) yang terafiliasi dengan perusahaan asal Malaysia Air Asia Berhad (AAB). Saham IAA dimiliki oleh PT Fersindo Nusaperkasa (FN) dengan porsi kepemilikan 51% dan AirAsia Invesment Ltd (AIL) dengan porsi kepemilikan sebesar 49%.

Skemanya, CMPP akan menerbitkan saham baru melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dulu (MHMETD) atau right issue sebanyak-banyaknya 13,64 miliar saham baru. Dalam hal ini, IAA akan bertindak sebagai pembeli siaga saham baru yang diterbitkan CMPP melalui FN dan AIL.

Keduanya akan membeli sisa saham yang diterbitkan oleh CMPP melalui right issue sebanyak-banyaknya 5,3 miliar saham baru untuk FN dan sebanyak-banyaknya 5 miliar saham baru untuk AIL. Sebelumnya, IAA menerbitkan sekuritas perpetual kepada Air Asia Berhad (AAB), di mana AAB telah mengalihkan sekuritas perpetual senilai Rp1,32 triliun kepada FN dan Rp1,27 kepada AIL.

Sebagai pembeli siaga, FN dan AIL akan melakukan pembayaran atas saham baru tersebut menggunakan sekuritas perpetual dengan total Rp2,6 triliun. Selanjutnya, sekuritas perpetual yang telah berpindah hak milik kepada CMPP akan dikonversi menjadi saham IAA.

Baca juga: Raline Shah Jadi Komisaris Independen AirAsia Indonesia, Ini Tujuannya!

Nantinya, IAA menjadi entitas anak CMPP bersama dengan MML dan RS. Setelah transaksi investasi, maka kepemilikan saham IAA adalah CMPP sebesar 57,25%, FN sebesar 21,80% dan AIL sebesar 20,95%.

Sebaliknya, karena IAA membeli saham baru milik CMPP dalam right issue, maka IAA menjadi pemegang saham CMPP. Maka struktur kepemilikan saham CMPP adalah FN sebesar 49,96%, AIL 48,00%, RMI sebesar 1,55%, dan publik 0,48%.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini