Share

Dicaplok AirAsia, Rimau Multi Putra Ganti Core Bisnis

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Selasa 07 November 2017 18:33 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 07 278 1810083 dicaplok-airasia-rimau-multi-putra-ganti-core-bisnis-PTrj2E9dot.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Rimau Multi Putra Pratama Tbk (CMPP) akan melakukan penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias right issue. Dari right issue ini, perseroan menargetkan dana sekira Rp3,41 triliun. Right issue ini, sekaligus menjadi pintu masuk bagi Indonesia Air Asia (IAA) menuju pasar saham Indonesia.

Melansir keterbukaan informasi yang diterbitkan perseroan di situs Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (7/11/2017), seiring dengan akuisisi IAA tersebut, perseroan pun berencana mengubah kegiatan usaha utama menjadi kegiatan usaha menjadi bidang jasa konsultasi bisnis dan manajemen dan perdagangan umum dari sebelumnya bergerak dalam bidang pengangkutan, perbengkelan, industri dan perdagangan umum.

Pasalnya, IAA yang bergerak pada bidang usaha penerbangan komersial berjadwal. IAA memiliki satu kantor pusat dan 15 kantor pelayanan dan penjualan yang tersebar di seluruh kota-kota besar di Indonesia. IAA dimiliki oleh Grup AirAsia, Malaysia, maka IAA memiliki akses untuk melakukan penjualan tiket di lebih dari 18 negara dan 109 kota di benua Asia dan Australia.

IAA akan melakukan penambahan armada pesawat dengan menggunakan skema pembiayaan sewa operasi, dan/atau sewa pembiayaan. Sumber dana yang akan digunakan untuk memenuhi skema pembiayaan tersebut adalah dengan menggunakan kas IAA. Saat ini total kas IAA adalah sebesar Rp198 miliar.

Sekadar informasi, CMPP akan menerbitkan 13,64 miliar lembar saham baru dengan nilai nominal Rp250 per saham. Perseroan pun memiliki pembelian siaga, yakni PT Fersindo Nusaperkasa (FN) dan AirAsia Investment Ltd. (AIL).

Dengan adanya right issue ini, maka FN akan memiliki 5,30 miliar saham CMPP atau sekira 49,96% dengan total harga Rp1,32 triliun. Sementara untuk AIL, akan memiliki 5,09 miliar saham CMPP atau sekira 48% dengan total harga Rp1,27 triliun. Sementara untuk publik, sebesar 0,48% atau sekira Rp12,83 miliar.

Sebelum rencana transaksi ini dilakukan, saham CMPP dimiliki oleh PT Rimau Multi Investama (RMI) dengan porsi kepemilikan saham sebesar 76,24% dan publik sebanyak 23,76%. Perseroan juga memiliki entitas anak yaitu PT Multi Mekar Lestari (MML) dan PT Rimau Shipping (RS).

IAA sendiri, telah menerbitkan sekuritas perpetual kepada Air Asia Berhad (AAB), di mana AAB telah mengalihkan sekuritas perpetual senilai Rp1,32 triliun kepada FN dan Rp1,27 kepada AIL.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini