Share

Rimau Multi Putra Pratama Ganti Nama Jadi AirAsia Indonesia

Ulfa Arieza, Jurnalis · Kamis 21 Desember 2017 18:14 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 21 278 1834113 rimau-multi-putra-pratama-ganti-nama-jadi-airasia-indonesia-9ifetAFy6x.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA - PT Rimau Multi Putra Pratama Tbk (CMPP) telah resmi menjadi PT Air Asia Indonesia Tbk. Perubahan ini menyusul selesainya proses penyertaan saham oleh perseroan kepada PT Indonesia Air Asia (IAA) yang bergerak di bidang jasa penerbangan. Penyertaan saham tersebut dilakukan melalui konversi sekuritas perspektual yang dimiliki perseroan dari proses right issue senilai Rp2,6 triliun.

Direktur Utama Rimau Multi Putra Pratama Vinsensius menjelaskan dengan selesainya proses penyertaan saham, maka terjadi peralihan kegiatan usaha utama perseroan dari bidang transportasi, perdagangan, dan pertambangan menjadi perusahaan yang bergerak di jasa penerbangan komersial berjadwal.

 Baca juga: Raline Shah Jadi Komisaris AirAsia, Menhub: Enggak Masalah!

Rencana perubahan nama perseroan tersebut telah disetujui pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar hari ini. RUPSLB juga menyetujui perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan serta perubahan kegiatan usaha utama perseroan.

"Agenda rapat kita perubahan nama perusahaan dan pengunduran diri dewan komisaris dan direksi, semuanya nanti akan efektif pada tanggal 29 Desember 2017," ujarnya di Hotel Merlynn Park, Jakarta, Kamis (21/12/2017).

 Baca juga: Wah, Bos AirAsia Minta Penurunan Pajak Bandara di ASEAN

Dengan demikian susunan Direksi dan Dewan Komisaris PT Air Asia Indonesia Tbk. sebagai berikut:

Presiden Komisaris: Pin Harris

Komisaris Independen: Agus Toni Soetirto

Komisaris: Kamarudin Bin Meranub

Presiden Direktur: Dendy Kurniawan

Direktur Independen: Dinesh Kumar.

Proses right issue sendiri telah berjalan sejak tanggal 17 Desember 2018 lalu.

Sebelumnya, CMPP menerbitkan saham baru melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dulu (MHMETD) atau right issue sebanyak - banyaknya 13,64 miliar saham baru senilai Rp2,6 triliun. Dalam hal ini, IAA akan bertindak sebagai pembeli siaga saham baru yang diterbitkan CMPP melalui PT Fersindo Nusaperkasa (FN) dan AirAsia Invesment Ltd (AIL).

Sebagai pembeli siaga, FN dan AIL akan melakukan pembayaran atas saham baru tersebut menggunakan sekuritas perpetual dengan total Rp2,6 triliun. Selanjutnya, sekuritas perspektual yang telah berpindah hak milik kepada CMPP akan dikonversi menjadi saham IAA.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini