Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pacu Kerjasama Negara Kawasan Samudra Hindia, Kadin Usul Kartu Perjalanan Bisnis IORA

Koran SINDO , Jurnalis-Rabu, 18 Oktober 2017 |10:17 WIB
Pacu Kerjasama Negara Kawasan Samudra Hindia, Kadin Usul Kartu Perjalanan Bisnis IORA
Foto: Koran SINDO
A
A
A

JAKARTA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia merekomendasikan negara-negara anggota Indian Ocean Rim Association (IORA) di Samudra Hindia untuk segera menerbitkan Kartu Perjalanan Bisnis IORA (IORA Business Travel Card).

Kartu Perjalanan Bisnis IORA dinilai akan bermanfaat bagi kemudahan para pelaku usaha untuk meningkatkan hubungan bisnis, kegiatan perdagangan, dan kerja sama investasi.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto mengatakan, Kadin akan mendorong pemerintah untuk menjajaki peluang untuk menerbitkan Kartu Perjalanan Bisnis IORA tersebut.

”Pada akhirnya, yang kita harapkan adalah peningkatan perdagangan intra-regional di kawasan Samudra Hindia,” kata Yugi melalui keterangan tertulis, setelah menghadiri pertemuan IORA di Durban, Afrika Selatan.

Baca Juga: Kembangkan Ekonomi Biru, Konferensi IORA Sepakati Deklarasi Jakarta

Menurut dia, pemerintah negara-negara IORA harus memberi kesempatan sebaik-baiknya kepada para pelaku usaha untuk mengeksplorasi berbagai peluang bisnis dan memastikan mendapat manfaat dari keanggotaan IORA.

Kadin juga menaruh perhatian kepada pengembangan inovasi bisnis menggunakan lautan secara lestari dan menguntungkan untuk perdagangan, investasi, pariwisata, dan lainnya. Yugi menegaskan, kekuatan kerja sama IORA terletak pada lautan.

Oleh karena itu, potensi ekonomi dan masa depan kerja sama IORA terletak di lautan. Meski dinamika perkembangan ekonomi global tidak berpihak, Yugi meyakini, kerja sama maritim IORA harus diperkuat dengan membangun konektivitas yang baik.

Baca Juga: Negara IORA Bakal Realisasikan Konsep Ekonomi Biru, Ini Targetnya!

Sementara itu, Ketua Indian Ocean Rim Business Forum (IORBF) yang baru terpilih Tshepo Kgadima mengapresiasi kepemimpinan Indonesia dalam IORBF kurun waktu 2015- 2017. Menurut dia, Indonesia telah mendorong komunitas bisnis untuk berpartisipasi dalam pameran dagang tahunan Indonesia yang berimbas pada penguatan jaringan antar komunitas bisnis di wilayah Samudra Hindia.

”Semoga ke depan kita dapat meningkatkan kerja sama investasi dan pariwisata,” ujar pria asal Afrika Selatan itu. Terkait peningkatan kerja sama tersebut, pihaknya akan berupaya menghilangkan hambatan untuk memungkinkan arus bebas barang, layanan, inves tasi, pariwisata, dan pengembangan sumber daya manusia.

Baca Juga: Kemendag Targetkan Ekspor Produk Mamin ke Negara Anggota IORA

Tshepo menambahkan, negara-negara anggota IORA mencapai 70% dari perdagangan dunia dan memiliki populasi sebesar 2,6 miliar, dengan gabungan PDB sebesar USD9 triliun. ”Keberhasilan kami hanya akan ditentukan oleh komitmen bersama untuk berkolaborasi dalam integrasi kegiatan geoekonomi dan geostrategis,” tandasnya.

Sebagai informasi, tahun ini pemerintah Indonesia akan menyerahkan kepemimpinan sebagai Ketua IORA kepada Afrika Selatan, pada 17-18 Oktober 2017. IORA merupakan perkumpulan negara-negara yang berada pada wilayah Samudra Hindia.

KTT IORA mempertemukan 21 pemimpin negara anggota yang menegaskan visi dan misi dari asosiasi tersebut, yakni stabilitas dan perdamaian di Samudra Hindia, kerja sama ekonomi, dan interaksi sosial budaya masyarakat di antara negara-negara di Samudra Hindia.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement