Share

Cari Sumber Pembiayaan Baru, BI Buka Transaksi Swap dengan Euro

ant, Jurnalis · Senin 23 Oktober 2017 14:57 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 23 278 1800699 cari-sumber-pembiayaan-baru-bi-buka-transaksi-swap-dengan-euro-R1jMoKcwEG.jpg Ilustrasi Euro. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia membuka Transaksi "Swap" Lindung Nilai dalam mata uang non-dolar AS untuk mata uang Euro (EUR), mulai 25 Oktober 2017. Sebelumnya, BI telah membuka Transaksi Swap Lindung Nilai kepada Bank Indonesia dalam mata uang non-dolar AS untuk mata uang Yen (JPY) pada 12 Juli 2017.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Agusman mengatakan, penambahan jenis valuta asing yang digunakan dalam Transaksi Swap Lindung Nilai kepada BI dilakukan untuk mendorong semakin beragamnya sumber pembiayaan dalam kegiatan ekonomi.

"Window time (jangka waktu) Transaksi Swap Lindung Nilai kepada BI dalam mata uang non-dolar AS dibuka satu kali dalam seminggu, yaitu setiap hari Rabu pukul 14.00-16.00 WIB," ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin (23/10/2017).

"Swap" merupakan transaksi pertukaran dua valas melalui pembelian tunai dengan penjualan kembali secara berjangka, atau penjualan tunai dengan pembelian kembali secara berjangka.

Bank dapat mengajukan Transaksi Swap Lindung Nilai kepada BI untuk mata uang Euro (EUR) dalam kurun waktu tersebut dengan pengajuan nominal minimum sebesar 1 juta Euro dengan kelipatan penawaran sebesar 100 ribu Euro, dan tenor yang tersedia untuk tiga dan enam bulan. Pengajuan transaksi tersebut dapat dilakukan oleh bank dengan menyampaikan dasar kebutuhan atau "underlying" transaksi.

Pengaturan mengenai "underlying" transaksi tersebut, kata Agusman, telah dituangkan dalam Peraturan Bank Indonesia No.18/8/2016 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 15/17/PBI/2013 tentang Transaksi Swap Lindung Nilai kepada BI.

Dia juga menambahkan transaksi tersebut diharapkan dapat membantu pengelolaan likuiditas dan pemeliharaan stabilitas nilai tukar Rupiah. "Melalui ini diharapkan dapat mendukung kegiatan investasi dan perdagangan internasional yang terdiversifikasi dalam berbagai mata uang," ujarnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini