Subsidi Energi Alami Penurunan, Dialihkan ke Mana Alokasi Anggarannya?

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 23 Oktober 2017 16:22 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 23 320 1800756 subsidi-energi-alami-penurunan-dialihkan-ke-mana-alokasi-anggarannya-WrLdQoc0Ne.jpg Foto: Feby Novalius/Okezone

JAKARTA - Pemerintah mencatat subsidi energi setiap tahunnya terus turun. Hal ini pun menjadi salah satu pencapaian terbaik menteri Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) di masa tiga tahun kepemimpinannya.

Untuk subsidi BBM tahun ini mencapai 7 juta kl. Bila dibandingkan 2014 sebanyak 46,79 juta kl yang disubsidi, tentu terjadi efisiensi penyaluran subsidi yang luar biasa besar anggaran yang dikurangi.

Kemudian untuk subsidi LPG juga mengalami penurunan jumlah subsidinya. Tahun ini jumlah subsidi LPG sebesar 3,10 matric ton (mt). Ini menurun dibandingkan 2016 sebesar 6,01 mt, 2015 sebesar 5,57 mt dan 2014 sebesar 4,99 mt.

Baca juga: Demi Keadilan Energi, Alasan Pemerintah Hadirkan BBM Satu Harga hingga Jargas

Selain kedua subsidi itu, subsidi untuk listrik juga mengalami penurunan di 3 tahun era Presiden Jokowi. Sampai September 2017, subsidi diberikan sebesar Rp27,42 triliun, atau turun dibandingkan 2016 sebesar Rp58,04 triliun, 2015 sebesar Rp56,6 triliun, dan 2014 sebesar Rp99,30 triliun.

Dari penurunan subsidi ini tentu anggaran yang dialokasikan juga menurun. Namun menjadi pertanyaan, kemana anggaran efisiensi subsidi energi ini dialokasikan ?

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengaku tidak mengetahui kemana hasil efisiensi anggaran subsidi ini. Yang pasti, kata dia, subsidi BBM, LPG dan Listrik terus mengalami penurunan.

Baca juga: Kapasitas Listrik Terpasang Naik 7 Gw, Arcandra Tahar: Konsumsinya Meningkat 994 Kwh

"Ini nanti ditanya ke Kementerian Keuangan alokasi pengurangan subsidi dialokasikan kemana,"ujarnya, di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Senin (23/10/2017).

Untuk diketahui, dalam RAPBNP 2017 anggaran subsidi energi naik sebesar Rp25,8 triliun. Kenaikan terbesar terjadi pada subsidi LPG sebesar Rp40,51 triliun. Untuk listrik naik Rp7 triliun dari Rp45 triliun menjadi Rp52 triliun dan subsidi BBM naik Rp300 miliar dari Rp10,3 triliun menjadi Rp10,6 triliun.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini