nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani: Jika Capek, Pesan Martabak Lewat Go-Food

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Kamis 26 Oktober 2017 14:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 26 320 1802789 sri-mulyani-jika-capek-pesan-martabak-lewat-go-food-q7XPvmutKr.jpg (Foto: Lidya/Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan tidak ada yang bisa memprediksikan dengan tepat apa yang akan terjadi di masa depan. Yang bisa dilakukan adalah memprediksi bahwa akan terjadi pergeseran dimasa mendatang.

Menurutnya, pergeseran akan terjadi ke sistem digitalisasi yang akan dilakukan masyarakat dalam kesehariannya. Bahkan dengan digitalisasi saat ini membuat yang melakukan transaksi online mencapai hingga 70 juta orang walaupun tidak semua melalukan pembelian.

"Contohnya kalau kita lihat dari pergerakan ekonomi Indonesia, jumlah orang yang melakukan transaksi online meningkatnya luar biasa besar. Kalau kita lihat dari tahun 2014 yang mulai dengan hanya 20 juta sekarang ini di 2017 sudah mencapai lebih dari 70 juta orang. Apakah itu hanya melakukan window shopping atau melakukan transaction," ungkap Sri Mulyani di Kemenkeu, Jakarta, Kamis (26/10/2017).

Menurutnya, dengan era digital saat ini, maka transaksi online bukan lagi menjadi gaya hidup namun menjadi kebutuhan. Karena dengan online akan lebih menghemat waktu dan lebih mempermudah keseharian.

"Kita lihat di hari ini kalau di Jakarta orang selalu identik dengan Go-Jek aplikasi di dalam iPhone-nya, dalam hal ini saya yakin kalau Anda pulang ke rumah atau kepingin martabak Anda tidak perlu suruh sopirnya yang kecapean karena macet. Pasti langsung manggilnya melalui itu (Go-Food), event kalau mau manggil tukang pijat," jelasnya.

Oleh karenanya, Sri Mulyani menilai era digitalisasi menjadi sesuatu yang identik dengan masyarakat saat ini. Tidak hanya bagi masyarakat usia muda tapi juga usia dewasa ikut menggunakan kemudahan yang ada.

"Jadi plikasi sudah menjadi keseharian terutama untuk generasi muda maupun semua family yang sekarang butuh. Makanya kayak kita lihat apakah Anda gaptek atau tidak bukan dilihat dari jumlah telepon yang dimiliki. Jumlah teleponnya bisa dua tetapi kalau dilihat aplikasi di dalam telepon menunjukkan generasi apa ada di situ, jadi masalah bukan jumlahnya," tukasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini