Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hingga November, NTT Kirim 59.000 Ekor Sapi ke Jawa dan Kalimantan

Antara , Jurnalis-Sabtu, 11 November 2017 |13:55 WIB
Hingga November, NTT Kirim 59.000 Ekor Sapi ke Jawa dan Kalimantan
Foto: Antara
A
A
A

KUPANG - Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak awal tahun hingga November telah mengirimkan 59.000 sapi ke wilayah Pulau Jawa dan Kalimantan. Pengiriman sapi dilakukan dengan menggunakan kapal cargo dan kapal laut.

"Pengiriman sapi kita sampai saat ini sudah mencapai 59.000 ekor yang tercatat ," kata Kepala Dinas Peternakan Dani SuhadiSabtu (11/11/2017).

Ia mengatakan pengiriman sapi ke Jawa maupun Kalimantan saat ini sekitar 70% di antaranya dilakukan menggunakan kapal cargo dan sisanya menggunakan kapal tol laut KM Cemara Nusantara. Menurut Dani, pengiriman sapi dengan kapal KM Cemara Nusantara sebelumnya sempat tertunda karena masa dok kapal yang berlangsung hingga 20 hari.

"Namun sekarang sudah selesai sehingga beberapa hari ke depan ini kapal Cemara Nusantara mulai beroperasi lagi melakukan pengiriman," katanya.

Dani optimistis pengiriman sapi antarpulau dari NTT tahun ini bisa mencapai target pemerintah provinsi untuk mengirim 65.300 sapi. Dinas Peternakan, menurut dia, terus berusaha meningkatkan populasi sapi di wilayah NTT melalui program sapi induk wajib bunting (SIWAB) dengan pemberian inseminasi buatan.

Dinas Peternakan mencatat program inseminasi buatan pada November 2017 telah mencakup 38.000 sapi, melampaui target pemerintah untuk melakukan inseminasi buatan pada 25.965 sapi indukan. Kementerian Pertanian, ia menambahkan, kemudian menambah target cakupan inseminasi buatan menjadi 53.000 sapi hingga akhir tahun ini.

"Untuk pengiriman sapi ke luar daerah tentu disesuaikan dengan kondisi populasi di daerah, pemerintah juga melarang adanya pemotongan maupun pengiriman sapi betina produktif agar populasi sapi kita tetap terjaga," katanya.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement