Image

Bandara Kulonprogo Diminta Beroperasi Tepat Waktu

Kuntadi, Jurnalis · Selasa 14 November 2017, 21:49 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 14 320 1814120 bandara-kulonprogo-diminta-beroperasi-tepat-waktu-daWhljiDnn.jpg Kunjungan DPD di Kulonprogo (Foto: Kuntadi)

KULONPROGO - Komite II DPD RI, melakukan kunjungan kerja di kabupaten Kulonprogo, DIY untuk melihat progress pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA). Kunjungan tersebut diharapkan agar proyek segera beroperasi di 2019.

"Perkembangannya bagus, tahun lalu kita sudah ke sini," jelas Ketua Komite II Parlindungan Purba saat bertemu dengan bupati Kulonprogo dan PT Angkasa Pura I di kantor Pemkab, Kulonprogo

.

Sebelumnya, rombongan melakukan peninjauan di lokasi, untuk melihat landclearing. termasuk meminta penjelasan dari PT Pembangunan perumahan (PP) yang melaksanakan proyek. Bahkan mereka juga melihat kawasan relokasi di Glagah.

Parlindungan berharap, proses pembebasan lahan harus segera dilaksanakan. Sesuai laporan masih ada sebagian warga yang belum mau melepaskan hak atas tanahnya. Mereka harus didekati secara persuasif agar bisa memahami proyek ini untuk kepentingan negara.

"Ini proyek strategis nasional yang harus selesai dua tahun lagi," ujarnya.

Airport Facility And Non Terminal Section Head Proyek Pembangunan NYIA PT Angkasa Pura I, Gani Wijaya mengatakan Bandara NYIA akan menempati lahan seluas 587,3 hektar. saat ini land clearing sudah mencapai 419 hektar baik airside maupun landside. Atau masih tersisa 23 hektar karena untuk landside tidak seluruhnya dilakukan land clearing.

"Masih ada area yang belum selesai pembebasan. Pembersihan yang air side sebentar lagi selesai, " terang Gani.

Proyek menargetkan, land clearing bisa selesai awal Desember 2017 mendatang. Menyiasati yang belum akan difokuskan yang lahannya sudah beres lebih dulu. Baru nanti ke lahan milik warga yang ganti ruginya sudah dibayar melalui konsinyasi atau penitipan di pengadilan.

"Kami optimis (awal Desember) bisa selesai, mudah-mudahan tidak ada kendala hujan," tuturnya.

Lahan seluas 23 hektar yang belum selesai pembebasannya, masih dalam proses konsinyasi pembayaran ganti rugi. Dari keseluruhan 353 bidang tanah yang pembayaran ganti ruginya melalui konsinyasi, tinggal tersisa 54 yang masih dalam proses penyelesaian.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini