Oleh karena itu, beralasan jika agenda kedua KTT tidak saja terfokus pada pembahasan sektor ekonomi, tetapi juga sektor politik (lihat adanya sisi kecenderungan memanasnya iklim sos pol yang memicu intrik kepen tingan). Realita perkembang an pembahasan yang muncul dari kedua KTTpada da sar nya menunjukkan era global mempunyai sisi cakupan luas dan juga sekaligus mengimplementasikan berbagai tantangan perekonomian global.
Dalam hal ini, kita mengakui AFTA me mang belum sepenuhnya menjamin kelancaran operasionalisasi domestik ASEAN. Hal ini menunjukkan globalisasi dan operasionalisasi ASEAN tidak semudah yang dibayang kan, juga yang terjadi dengan kemitraan APEC.
Realita terhadap tantangan yang dihadapi pada upaya memacu target pasar seharusnya memang menjadi kajian utama dalam setiap forum pertemuan, baik dalam KTT maupun forum lain, termasuk di forum ASEAN Ministerial Meeting (AMM) dan ASEAN Regional Forum (ARF).
Oleh karena itu, logis jika di kedua KTT agenda pembahasan terfokus pada bagaimana menyiasati krisis sehingga mampu lepas diri dari kebobrokan ekonomi melalui recovery dan pengkajian sosial-politik yang memang mempunyai keterkaitan.
Meski demikian, kajian tentang demokrasi dan HAM juga tidak diabaikan karena kasus seperti Myanmar dan Semenanjung Korea, ternyata juga memicu keresahan regional dan karenanya harus menjadi perhatian se rius di kedua forum KTT tersebut. Khusus masalah agenda politik, komunitas ASEAN memang sangat riskan terhadap isu-isu politik, lihat misalnya pada kasus Myanmar.
Dari penjabaran itu menunjukkan bahwa ASEAN tidak bisa lepas dari se jumlah agenda makro perekonomian global, termasuk pula da lam hal ini yaitu agenda intrik politik, tidak saja lingkup internal, tapi juga regional-global. Oleh karena itu, beralasan kalau dalam sejarah panjang pertemuan fo rum KTT selalu terjadi per debatan.
Konsekuensi perdebatan itu sekaligus menunjukkan bahwa idealisme dan era globalisasi memang terakomodasi kuat se bab sesuai pembentukannya ada lah forum formal yang mem bahas persoalan bersama yang bertujuan menjamin pertumbuhan-pembangunan yang berkesinambungan, tidak saja internal anggota, tetapi juga komunitas lain sebab mereka adalah pasar aktual-poten sial yang harus selalu dioptimalkan.