Tangani Uang Palsu, BI dan Polri Jalin Pertukaran Informasi

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 17 November 2017 14:15 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 17 320 1815749 tangani-uang-palsu-bi-dan-polri-jalin-pertukaran-informasi-ugPLP5I2gC.jpg Gubernur BI Agus DW Martowardojo. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkuat kerjasama dengan Kepolisian Republik Indonesia untuk menjaga kestabilan perekonomian Indonesia. Pasalnya, saat ini kejahatan cyber hingga kejahatan uang palsu marak.

"Kerjasama tadi mulai dari pengamanan, pengawalan sampai penegakan hukum, hingga tukar-menukar informasi," ujar Gubernur BI Agus Martowardojo di Kantor BI, Jakarta, Jumat (17/11/2017).

Agus Marto menyatakan. saat ini salah satu kerjasama antara Polri berkaitan dengan kejahatan cyber, di mana pihak Kepolisian telah membentuk unit khusus untuk menanganinya.

"Sekarang ini kita sangat memberi perhatian kepada ancaman cyber, dan itu pun kepolisian sudah mempersiapkan unit-unit khusus sehingga ini akan membuat Indonesia lebih siap lagi menghadapi ancaman-ancaman," ujarnya.

Selain itu, Agus menyatakan kerjasama Porli ini telah memperkuat pengawasan terhadap penyebaran uang palsu di Indonesia. Dia menyatakan 3 tahun lalu pemalsuan mencapai 23 lembar per satu juta bilyet uang dan tahun lalu 13 lembar per satu juta bilyet uang. "Sekarang bahkan sudah di bawah 10 lembar per 1 juta bilyet uang," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Moechgiyarto menyatakan sinergi ini berkaitan dengan 6 bidang yakni keterbukaan informasi data, pengawasan, keamanan, pengawalan, penguatan sumber daya manusia (SDM), serta sosialisasi.

"Keberhasilan-keberhasilan kemarin yang kita lakukan salah satunya juga dalam rangka untuk menjaga sinergi iklim investasi dan juga untuk menjaga supaya keuangan negara ini semakin stabil dan ekonomi juga stabil. Sehingga inilah yang menjadi sasaran dan ini terkait dengan pasal keamanan," jelasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini