nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Plus Minus Rencana Pemindahan Ibu Kota, dari Daya Saing hingga Biaya

Anisa Anindita, Jurnalis · Kamis 14 Desember 2017 07:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 13 470 1829981 plus-minus-rencana-pemindahan-ibu-kota-dari-daya-saing-hingga-biaya-6GatmmsUeR.jpg Ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Untuk mengurangi ketimpangan antara daerah, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berencana memindahkan pusat pemerintahan Indonesia dari Jakarta menuju daerah lain.

Menteri Perencana Pembangunan Nasional atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro akan segera mengumumkan daerah yang nantinya akan dijadikan ibu kota baru. Pasalnya, pembahasan memberi daerah baru sudah hampir rampung. Namun, Bambang menegaskan bahwa ibu kota Indonesia yang baru akan berada di luar pulau Jawa.

Sementara itu, Direktur Penelitian CORE Indonesia Mohammad Faisal mengungkapkan bahwa banyak segi positif dari pemindahan ibu kota Indonesia yang sebelumnya di Jakarta, menjadi di kota Kalimantan. Hal positif tersebut, antara lain proses pendistribusian ekonomi dapat tercapai hingga ke luar Jawa, ketersediaan lahan di Kalimantan cukup baik, dan jarak dari Jakarta ke Kalimantan yang tidak terlalu jauh.

Baca juga: Menteri Bambang: Ibu Kota Baru Harus Bebas Bencana!

Selain itu, saat masa transisi pasti banyak terjadi mobilisasi di pemerintahan. Maka dari itu, Kalimantan memiliki akses yang cukup efisien dalam segi jarak dan waktu yang dibutuhkan dari Jakarta menuju Kalimantan.

“Dari beberapa kriteria, Kalimantan memang memungkinkan. Untuk ibu kota kita sekarang memang layaknya dipindah saja untuk menjaga daya saing fungsi ibu kota. Daya saing yang saya maksud di sini adalah dari segi banjir, dan kemacetan,” ucap Faisal kepada Okezone.

Akan tetapi, pemindahan ibu kota ini juga memicu dampak negatif, yaitu pemerintah membutuhkan biaya yang cukup besar untuk transisi dari ibu kota lama ke ibu kota baru. Selain dari segi biaya, dari sisi ekspansi, sarana dan prasarana, administrasi, juga membutuhkan biaya yang cukup besar.

Baca juga: Biaya Pemindahan Ibu Kota Rp500 Triliun, Awas Ada Daerah yang Cemburu

“Selain segi positifnya, pasti ada juga segi negatifnya, yaitu yang pasti biaya ya. Karena kan kalau masih di pulau Jawa tapi bukan di Jakarta ya mungkin tidak membutuhkan biaya besar. Kalau di Kalimantan kan, harus dipikirkan biaya saat masa transisinya ini, mobilitasnya, ekspansinya, pembiayaan sarana dan prasarana, dan administrasinya juga,” ungkapnya.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini