nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bank Siap Restrukturisasi Kredit Nasabah Terdampak Erupsi Gunung Agung

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 28 Desember 2017 09:55 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 28 320 1836754 bank-siap-restrukturisasi-kredit-nasabah-terdampak-erupsi-gunung-agung-OqxbSafy5G.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Perbankan siapkan langkah restrukturisasi kredit bagi nasabah yang terkena dampak Gunung Agung. Langkah ini akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing bank, termasuk melihat kondisi sebenarnya dari masing- masing debitur.

Pemimpin Wilayah BNI Kantor Wilayah Denpasar Putu Bagus Kresna mengatakan, BNI telah berpengalaman dalam kredit di daerah terkena bencana.

Meskipun dampak negatif belum terasa untuk kinerja perseroan, pihaknya telah melakukan restrukturisasi kredit untuk segmen debitur usaha kecil dan segmen menengah. Di segmen menengah atau plafon pinjaman Rp15 miliar ke atas mayoritas dari sektor pariwisata yang terkena dampak penurunan wisatawan.

 Baca Juga: Kredit BRI Rp554 Miliar Terdampak Erupsi Gunung Agung

Opsi restrukturisasi yang dilakukan mulai dari penambahan masa tenor pinjaman, stop bayar pokok sementara, hingga stop bayar pokok dan bunga.

”Nasabah yang butuh restrukturisasi tidak melampaui 10% total nasabah. Kami membantu nasabah untuk melalui masa sulit ini. Semua bank melakukan yang sama,” ujar Kresna kemarin.

Dia mengatakan, kebijakan restrukturisasi telah dilakukan sejak bulan Desember ini. Namun dia memprediksi pada Januari akan ada penambahan restrukturisasi lebih banyak lagi.

Hal ini khususnya akan dilakukan untuk nasabah usaha kecil. Segmen ini merupakan yang paling rentan membutuhkan restrukturisasi. ”Nasabah kecil lebih besar lagi dampaknya, dan pada Januari akan ditambah lagi restrukturisasi, khususnya untuk segmen usaha kecil ini,” ujarnya.

 Baca Juga: OJK Diminta Bebaskan Bunga Kredit bagi Pengungsi Gunung Agung

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan, secara umum, Gunung Agung tidak berdampak signifikan. Meskipun sektor Pariwisata sempat mengalami sedikit penurunan, saat ini sudah kembali normal sehingga tidak mengganggu kinerja perseroan.

Pemimpin OJK Regional XIII Bali dan Nusa Tenggara Hizbullah mengatakan, bencana Gunung Agung secara umum belum berdampak serius terhadap industri keuangan. Sampai saat ini industri keuangan Bali masih sehat dan kuat.

”Apalagi ratarata CAR perbankan di Bali 22%, diperkirakan kuat menghadapi guncangan, seperti bencana Gunung Agung,” ujar Hizbullah.

Ekonomi Bali sebagian besar disumbang sektor pariwisata. Jadi, bencana Gunung Agung menyebabkan beberapa negara mengeluarkan travel warning, memang cukup berdampak terhadap tingkat hunian hotel, restoran, dan lainnya.

”Apalagi di Kabupaten Karangasem tingkat okupansi hotel sempat di bawah 10%. Namun, diharapkan dengan adanya libur Natal dan Tahun Baru, kedatangan wisatawan ke Bali, baik lokal maupun mancanegara meningkat signifikan sehingga tingkat hunian hotel dan restoran dapat pulih kembali,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi penurunan kualitas kredit, beberapa bank umum memang telah melakukan restrukturisasi kredit beberapa debiturnya, terutama sektor perhotelan dan UMKM. Namun, ada juga bank yang masih melakukan kajian. Intinya, perbankan akan berupaya membantu debitur agar bisa pulih kembali.

”Terkait pemberian insentif kepada debitur, diserahkan kepada masing-masing bank sesuai dengan kemampuan masing-masing. Tapi untuk opsi pembebasan pokok kredit, sepertinya sulit dilakukan,” ujarnya.

Dia mengatakan, OJK mempersilakan masing-masing bank untuk melakukan restrukturisasi debiturnya. Segmen kredit Rp5 miliar ke bawah sudah memiliki aturannya. Kondisi serupa sebagaimana juga yang pernah diterapkan di beberapa daerah yang kena bencana, seperti Aceh, Yogyakarta, Tasikmalaya, dan lain-lain. Hafid Fuad

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini