Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Selamat Tinggal Debenhams, Toko Ritel yang Tutup di Akhir 2017

Yohana Artha Uly , Jurnalis-Minggu, 31 Desember 2017 |11:39 WIB
Selamat Tinggal Debenhams, Toko Ritel yang Tutup di Akhir 2017
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Seiring dengan tutup tahun 2017, department store Debenhams di Senayan City milik PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) juga akan ditutup pada hari ini. Sebelumnya MAPI telah lebih dulu menutup seluruh gerai department store Lotus pada akhir Oktober ini.

Setahun terakhir MAP Indonesia memiliki tiga gerai Debenhams yaitu di Senayan City, Lippo Mall Kemang, dan Supermal Karawaci. Namun gerai Lippo Mall Kemang dan Supermal Karawaci sudah ditutup pada Oktober lalu. Saat ini, yang tersisa hanyalah gerai Debenhams di Mall Senayan City. Dengan demikian, mulai hari ini seluruh gerai Dabenhams yang dikelola oleh MAPI akan gulung tikar.

Kendati menutup banyak gerainya, namun nasib MAPI dinilai takkan sama dengan induk usaha 7-Eleven PT Modern Internasional Tbk (MDRN). Dimana MDRN harus menggadaikan beberapa asetnya.

Baca Juga: Lotus dan Debenhams Tumbang, Mitra Adiperkasa Fokus Kembangkan Gerai Produk Kreatif

Analis Binaartha Parama Sekuritas Reza Priyambada menjelaskan bahwa masih ada pertumbuhan dalam kinerja MAPI. Sehingga, keputusan perseroan untuk mengurangi gerai yang tidak produktif dapat mendorong perbaikan kinerja MAPI ke depan.

"Karena tidak banyak masyarakat yang datang otomatis masukan berkurang, sementara mereka harus membiayai operasional. Kalau kontribusi tidak begitu besar, maka daripada membebani operasional, maka closed saja," kata dia kepada Okezone.

Baca Juga: Sewa Tempat Mahal dan Upah Jadi Alasan Ambruknya Sektor Ritel

Sebelumnya, Corporate Secretary PT Mitra Adiperkasa Fetty Kwartati menjelaskan penutupan gerai Lotus dan Debenhmas sebagai upaya restrukturisasi. Hal ini dilakukan setelah adanya evaluasi yang menunjukkan gerai tersebut kurang menguntungkan.

Meskipun gerai ritelnya kurang memberikan kontribusi apik, namun ternyata MAPI masih mencatatkan laba yang melejit hingga medio tahun ini. Laba MAPI hingga Juni 2017 lalu mencapai Rp175,02 miliar, naik 278%, dari laba bersih Rp46,30 miliar tahun sebelumnya.

Baca Juga: Banyak Ritel Tutup Sepanjang 2017, Pertanda Daya Beli Melemah?

Kenaikan laba MAPI ditopang oleh pendapatan bersih sebesar Rp7,71 triliun. Angka ini naik 15,8% dari pendapatan bersih di periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,66 triliun.

Apabila dirinci, maka pendapatan MAPI dikontribusi oleh penjualan eceran dan grosir sebesar Rp7,09 triliun, komisi penjualan konsinyasi sebesar Rp567,20 miliar, dan pendapatan sewa dan jasa pemeliharaan sebesar Rp48,44 miliar. Selain itu MAPI juga mendapatkan pemasukan dari pendapatan lain-lain sebesar Rp2,31 miliar. (yau)

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement