Indikatornya meliputi, luas lahan bebas yang tidak perlu ganti rugi, tingkat risiko bencana alam, serta ketersediaan infrastruktur di wilayah tersebut.
"Meskipun kita membangun kota baru tapi akan lebih efisien nantinya kalau kota baru tersebut berada dalam jarak yang tidak terlalu jauh dari infrastruktur yang dibutuhkan," paparnya.
Baca juga: Menteri Bambang: Ibu Kota Baru Harus Bebas Bencana!
Kendati demikian, Bambang sendiri enggan menyebutkan nama kota yang menjadi kandidat sebagai Ibu Kota baru. Dia memastikan, kota-kota tersebut berada di luar Pulau Jawa.
"Nanti Bapak Presiden yang memutuskan, kita tugasnya menyiapkan kajian. Final ya Presiden, saya cuma semifinal. Nanti mau dibahas lebih dalam," ujarnya.