JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil menyatakan pada tahun 2017 sudah terdapat 4,2 juta sertifikat tanah yang telah dibagikan kepada masyarakat. Realisasi tersebut lebih rendah dari target yang ditetapkan sebesar 5 juta sertifikat.
Sofyan menjelaskan Badan Pertanahan Nasional (BPN) telah melakukan pengukuran pada 5,2 juta kepemilikan tanah. Kendati demikian realisasinya baru 4,2 juta sertifikat yang dapat diberikan. Dengan demikian ada 1 juta kepemilikan tanah yang gagal mendapatkan sertifikat tanah.
"Kita berhasil mengukur, mendaftar, memetakan sampai dengan 5,2 juta, tapi enggak semua jadi sertifikat karena ada tanah yang sudah kita ukur tapi tanah bersengketa, ada yang sudah diukur dan dipetakan tapi pemiliknya di luar kota," jelasnya di Kantor Kementerian Koordinator Perkonomian, Jakarta, Kamis (4/1/2018).
Baca juga: Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil menyatakan pada tahun 2017 sudah terdapat 4,2 juta sertifikat tanah
Menurutnya ketidakadaan pemilik tanah di lokasi tanah berada menjadi salah satu indikator yang menyulitkan untuk mencapai target hingga 5 juta sertifikat. Oleh sebab itu, dirinya menyatakan bila pemilik tanah datang akan baik bila segera mendaftarkan tanahnya ke BPN.
"Kapanpun datang ke kampung tinggal daftarkan, datang ke BPN, kita keluarkan sertifikatnya," tukasnya.
Baca juga: Gunakan Metode Baru, Menko Darmin Yakin Sertifikat 80 Juta Tanah Tercapai
Mantan Kepala Bappenas ini menjelaskan terdapat dua syarat untuk masyarakat mendapatkan sertifikat tanah secara gratis yakni syarat fisik dan yuridis.
"Fisik itu tanahnya, batasnya, kalau yuridis itu bukti hukum. Tapi kalau pemilik tanahnya gada gak bisa dikeluarkan (sertifikatnya)," ungkapnya.
Adapun untuk tahun 2018, Sofyan menyatakan target pembagian sertifikat bisa mencapai 7 juta di awal tahun. "Kalau tahun ini kita targetkan 7 juta di awal tahun," pungkasnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.