JAKARTA - Realisasi lifting minyak bumi tahun 2017 tidak capai target. Diperoleh 803,8 ribu BOPD (Barel Oil Per Day) atau 98,6% dari target APBN-P 2017 sebesar 815 ribu BOPD. Hal ini mempengaruhi cadangan minyak Indonesia yang terus turun.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Ego Syahrial mengakui, penemuan kilang minyak yang baru belum bertambah, malahan semakin berkurang. Terlihat dari produksi minyak 800 ribu barel per hari.
"Kita sedot 1 barel ketemu penggantinya 0,6 barel. Tadinya cadangan migas 3,6 miliar sedikitnya, turun 40% karena sebagian diproduksikan,"ujarnrya, di Ruang Sarulla, Gedung Sekjen Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (9/1/2018).
Baca Juga: Naikkan Produksi Jadi 360 Ribu Barel, Menteri Jonan Modifikasi Kilang Balikpapan
Meski turun, Ego yang juga menjabat sebai Sekertaris Jenderal Kementerian ESDM, memastikan bahwa cadangan minyak Indonesia tidak habis. Pasalnya, dari 128 cekungan migas baru 40%-45% betul disentuh baik eksplorasi hingga produksi dan tidak menghasilkan apa-apa.
"Ada potensi 50% dari 128 cekungan itu yang mayoritas di timur dan selama ini belum di apa-apakan. Itu jadi target kita melalaui lelang WK. Nah ini dikerjakan ke depan," tuturnya.
Ego mengatakan, pemerintah tentu berupaya meningkatkan cadangan minyak tersebut. Salah satunya merubah rezim cost recovery menjadi gross split, dengan tujuan supaya kontraktor lebih efisien menggiatkan kegiatan eksplorasi. "Indikatornya sudah ada dari 7 joint study (WK) yang ditawarkan, 5 di antaranya masuk (diminati)," kata dia.
Baca Juga: Top! Kilang Cilacap Pertamina Berhasil Produksi Dexlite
Cadangan minyak memang berkurang, namun pemerintah tetap berupaya supaya reservereplacemen yang saat ini 60% bertambah. "Dengan lelang WK migas, kita harapkan angka 0,6 barel naik terus hingga idealnya 1 barel," tukasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.