JAKARTA - Setelah menjadi perusahaan terbuka, perusahaan produsen emas, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) makin mantap melakukan ekspansi. Pada 2019, perusahaan menargetkan memiliki gerai sebanyak 200 gerai
Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk Sandra Sunanto menjelaskan, dari total 200 gerai tersebut 40% akan dikelola sepenuhnya oleh Hartadinata Abadi, sementara sebanyak 60% merupakan franchise.
Saat ini, perusahaan mengelola gerai Claudia Perfect Jewellery dan Celine Jewellery yang menyasar kelas menengah ke atas. Sedangkan untuk kelas menengah ke bawah, perusahaan menyediakan gerai Aurum Collection Centre (ACC).
"Sampai pertengahan 2019 kita inginnya 200 bisa tercapai. Jadi sekarang itu 19 gerai baru Januari, ACC doang. Kita memang lebih fokus ke ACC. Kita pengen cepat 2018 supaya dari Sabang sampai Merauke itu ada semua toko kita," ujarnya di sela-sela acara Investor Gathering and Corporate Forum 2018 di Gedung iNews Center, Jakarta, Senin (22/1/2018).
Menurutnya, guna meningkatkan jumlah franchise maka Sandra mengatakan bahwa perseroan mengkaji untuk menurunkan nilai franchise. Saat ini, nilai franchise untuk ACC dipatok sebesar Rp250 juta. Dengan ukuran toko yang lebih kecil nantinya, franchise ACC dipertimbangkan dengan nilai yang lebih rendah berkisar antara Rp100 juta hingga Rp150 juta.
Dengan demikian, dia berharap dapat mendorong keikutsertaan investor muda dalam bisnis emas. "Kita pengennya anak muda punya duit nih lulus sekolah buka kedai kopi harga investasinya bisa lebih mahal daripada buka toko perhiasan emas lho,"ujarnya
"Jadi kita kayanya mau mukai roadshow untuk franchise nih bahwa buka toko emas itu bukan punya generasi jaman jadul tapi generasi now juga sebenarnya bisa bisnis ini," imbuh dia.
Selain franchise, Hartadinata Abadi juga akan memanfaatkan e-commerce untuk penjualan. "Begitu online e-commerce nya jadi orang beli perhiasan kita bisa ngambil di ACC mana saja, juga bisa jual lagi di ACC mana saja," kata dia.
Sandra menyebut, demand untuk emas masih cukup tinggi. Tahu ini, perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga 20%. Sepanjang tahun 2017 lalu, Sandra menyatakan target pendapatan sebesar Rp2,5 triliun terpenuhi, meskipun dia belum memaparkan tingkat pertumbuhan pendapatan.
"Tahun politik kan tahun depan, tahun ini kita optimistis karena kita sudah menjadi perusahaan terbuka, apapun yang kita lakukan kita udah enggak takut nih, urusan pajak, regulasi. Itu semakin luwes lah kita,"tandas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.