Menteri Bambang Bandingkan PNS di Indonesia dengan Singapura

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 22 Januari 2018 22:06 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 22 320 1848752 menteri-bambang-bandingkan-pns-di-indonesia-dengan-singapura-hhz1ay14EG.jpg Foto: Giri/Okezone

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro menyebut sistem Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Indonesia sangat jauh di bawah negara tetangga Singapura. Pasalnya, sistem PNS di Indonesia dinilai terlalu kaku dan kurang fleksibel. 

Salah satu contohnya adalah banyak PNS di Indonesia yang sulit untuk di rotasi (mutasi). Jangankan lintas lembaga, untuk internal kementerian saja banyak PNS yang enggan dipindahkan. 

Baca Juga: Kualitas PNS Indonesia di Bawah Thailand dan Malaysia, Kok Bisa?

Hal tersebut justru berbanding terbalik jika dibandingkan dengan negara Singapura. Di sana sistem PNS begitu cair dan fleksibel.

“Sistem PNS di sana (Singapura) itu begitu cair jadi rotasi di sana begitu cair bahkan di kementerian sekalipun. Karena terus terang yang namanya mutasi antar kementerian mutasi antar eselon satu itu susahnya luar biasa kalau di Indonesia,” ujarnya di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi,Jakarta, Senin (22/1/2018).

Bahkan lanjut Bambang, di Singapura rotasi antar Kementerian dan swasta sangat lumrah terjadi. Sebagai contohnya dirinya menyebut di Singapura menjadi hal lumrah ketika seorang pegawai negeri sipil pindah kerja menuju perusahaan swasta seperti Bank UOB. 

Baca Juga: Skema Pensiun PNS Diubah, Begini Penjelasan Menteri Asman

Sementara jika hal tersebut terjadi di Indonesia, maka pegawai tersebut akan diperlakukan sebagai layaknya anak durhaka. Karena ketika sudah keluar sebagai PNS, maka pegawai tersebut tidak diperkenankan untuk kembali lagi.

“Bukan hanya di kementerian, bahkan Cair juga dengan swasta dan BUMN di Singapura sana itu. Jadi dia misalnya dulu deputi kementerian sekarang bisa saja sudah bukan kementerian misalnya di bank UOB misalnya. Kalau di kita suruh keluar lah atau jangan harap kalau keluar jangan harap bisa kembali. Itu masih terjadi,” jelasnya. 

Menurut Bambang sistem PNS yang cair seperti di Singapura justru memberikan dampak positif. Karena PNS di sana bisa mengembankan kemampuan yang dimilikinya.

Baca Juga: Lowongan CPNS 2018 Tidak Lebih dari 220.000 Formasi

“Saya pikir ini akan lebih bagus karena muter dibandingkan kita yang di situ-situ saja. Bahkan terkesan enggak mau dipindah rumah,” kata Bambang

Sedangkan jika sistem PNS di Indonesia terus diterapkan maka para PNS justru tidak akan berkembang. Bahkan yang ada hanyalah senioritas yang merasa paling pintar.

“Kalau menurut saya ini (di Indonesia bukan pintar tapi mintari. Jadi saya lebih pintar karena saya sudah 20 tahun kamu baru satu tahun,” ucapnya

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini