CHICAGO - Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Harga emas turun karena tertekan penguatan dolar AS.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari, turun USD11,8 atau 0,87%, menjadi ditutup pada USD1.340,30 per ounce.
Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Rp3.000/Gram Jelang Akhir Pekan
Indeks dolar AS, sebuah ukuran mata uang greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,42% menjadi 89,42 pada pukul 18.06 GMT, menyusul berlanjutnya penurunan terutama dalam sepekan terakhir.
Emas, yang dihargakan dalam dolar AS, biasanya diperdagangkan berlawanan arah terhadap dolar AS, yang berarti jika dolar AS naik maka logam mulia akan jatuh.
Baca Juga: Harga Emas Naik ke Level Tertinggi sejak 2016
Tekanan tambahan datang dari Departemen Keuangan AS, karena imbal hasil obligasi 10 tahun telah naik mencapai hampir 2,7%.
Ini adalah hari kedua bagi emas mencatat kerugian, menjelang pertemuan kebijakan terakhir Ketua Federal Reserve Janet Yellen pada Selasa dan Rabu waktu setempat.
Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Rp6.000/Gram
Para investor tidak memperkirakan kejutan dari pertemuan tersebut, namun banyak yang akan memperhatikan petunjuk tentang kenaikan suku bunga utama di masa depan.
Untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 31,4 sen atau 1,80%, menjadi menetap di USD17,128 per ounce. Platinum untuk penyerahan April kehilangan USD5,7 atau 0,56%, menjadi ditutup pada USD1.012,70 per ounce.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.