Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

E-Commerce Jadi Biang Kerok Banyak Ritel Tutup, Apa Benar?

Giri Hartomo , Jurnalis-Jum'at, 02 Februari 2018 |17:35 WIB
<i>E-Commerce</i> Jadi Biang Kerok Banyak Ritel Tutup, Apa Benar?
Ilustrasi (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Rentetan toko offline pada ritel modern satu persatu mulai menutup tokonya. Banyak yang beranggapan jika tutupnya beberapa toko pada ritel disebebakan karena adanya shifting menuju online atau e-commerce.

Namun hal tersebut dibantah secara tegas oleh CEO Blibli.com Kusumo Martanto. Menurutnya, tutupnya sejumlah gerai pada ritel modern disebabkan karena perusahaan tersebut menganggap toko atau gerai tersebut tidak sesuai dengan harapan.

"Menurut saya reasonnya bukan karena online. Itu karena pemilik tokonya yang anggap tidak sesuai atau apa.Jadi sebenarnya kita ini terjebak online vs offline," ujarnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (2/2/2018).

Lebih lanjut, Kusumo mengatakan selama ini baik dari perusahaan online maupun offline bisa jalan berdampingan. Bahkan adanya online dan offline bisa menjadi pilihan tersendiri bagi masyarakat dalam berbelanja.

"Kita kan semua sebagai customer juga. Kita maunya convinience di online ada di offline ada. Jadi offline maupun online hanya medianya. Yang penting bagaimana toko offline bisa memberikan experience yang bagus juga seperti online. Online juga sama bagaimana bisa mendekatkan diri supaya experience sama seperti di offline," jelasnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement