Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

16 Ton Manggis RI Diekspor ke China, Harga Langsung Melonjak

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Jum'at, 02 Februari 2018 |20:24 WIB
16 Ton Manggis RI Diekspor ke China, Harga Langsung Melonjak
Ilustrasi: Shutterstock
A
A
A

JAKARTA - Manggis asal Indonesia kembali diekspor ke China. Tercatat, Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian memfasilitasi ekspor 16 ton manggis ke China melalui Pelabuhan Tanjung Priok pada hari ini.

Ekspor manggis langsung (direct) ke China ini merupakan yang kedua setelah dilakukan pada 11 Desember 2017 untuk memenuhi kebutuhan manggis di China. Setidaknya, China membutuhkan 20.000 ton manggis Indonesia.

"Musim panen buah manggis secara simultan terjadi di seluruh sentra buah manggis. Diawali Pulau Sumatra, Jawa dan berakhir di NTB yang akan berlangsung hingga akhir April 2018. Saya optimis target 2.000 ton dapat kita penuhi," ujar Kepala Badan Karantina Pertanian Kementan Banun Harpini dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (2/2/2018).

 Baca juga: 5 Tahun Ditangguhkan, Manggis Indonesia Akhirnya Tembus Pasar China

Banun menjelaskan bahwa momen ini menjadi amat penting, mengingat akselerasi ekspor produk pertanian dengan standard SPS merupakan salah satu peran strategis Badan Karantina Pertanian dalam meningkatkan daya saing produk pertanian untuk kesejahteraan petani. "Badan Karantina Pertanian senantiasa berkomitmen untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani melalui akselerasi ekspor produk pertanian" tegas Banun.

Perdagangan ekspor manggis telah memberikan bukti nyata bagi nilai tambah harga yang diterima petani. Peningkatan nilai tambah harga manggis yang memenuhi standar SPS dapat mencapai 3 kali lipat harga manggis lokal.

 Baca juga: Tom Lembong: Kunci Dongkrak Ekspor adalah Investasi

Contohnya petani manggis di desa Cibolang, Sukabumi, mitra PT Manggis Elok Utama yang semula manggisnya hanya dibeli dengan kisaran harga Rp5.000-Rp8,000 per kilogram (kg) menjadi Rp30.000 per kg setelah menjadi komoditas ekspor.

Untuk mendapatkan harga jual yang tinggi, produk pertanian harus memenuhi standar SPS agar diterima di negara ekspor. Seperti halnya manggis ini, untuk bisa masuk langsung ke China harus memenuhi persyaratan standar baku mutu yang tertuang dalam protokol impor manggis yang telah disepakati karantina China dan Indonesia. Diantaranya manggis berasal dari kebun yang telah terregistrasi, rumah kemas terregristrasi dan dijamin bebas dari OPT, baik berupa serangga hidup kutu putih (mealy bug) dan semut.

 Baca juga: Ekspor RI Kalah, Ini Saran Menteri Bambang untuk Mendag

Badan Karantina Pertanian terus melakukan edukasi dan pendampingan kepada para eksportir melalui program inline inspection karantina. Program inline inspection merupakan kesatuan sistem pengawasan dari hulu hingga hilir meliputi penilaian benih unggul, teknik budi daya yang baik (Good Agricultural Practice) dan penanganan pasca panen yang baik (Good Handling Practice) guna mencegah adanya cemaran hama penyakit sejak dari kebun.

"Kami mengedukasi semua proses pengawasan in line inspection kepada petani dan eksportir, sehingga proses pemeriksaan tindakaan karantina di tempat pengeluaran ekspor menjadi lebih cepat, efektif dan efisien" jelasnya.

Hingga saat ini sudah terdaftar 7 perusahaan eksportir untuk China, yaitu PT Manggis Elok Utama, PT Agung Mustika Selaras, PT Buah Angkasa, PT Alamanda, PT Tegar Global, PT Mahkota Manggis Bogor dan PT Bali Raja Manggis. Sejak Muslim buah bulan October 2017 sampai dengan hari ini telah terkirim 10,2 ton.

Selain China, 10 negara pengimpor manggis Indonesia terbesar yaitu, Thailand, Malaysia, Vietnam, United Emirat Arab, Perancis, Belanda, Saudi Arabia, Oman, Qatar, Hong Kong. China menjadi mitra datang penting karena jumlah penduduknya cukup tinggi.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement