Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Riset Ekuator Swarna: Anomali Pertumbuhan Ekonomi RI Tahan Laju IHSG

Ulfa Arieza , Jurnalis-Selasa, 06 Februari 2018 |08:57 WIB
Riset Ekuator Swarna: Anomali Pertumbuhan Ekonomi RI Tahan Laju IHSG
Ilustrasi: Shutterstock
A
A
A

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi kembali melanjutkan pelemahan. IHSG masih akan terkoreksi pada rentang 6.512 hingga 6.630.

Kepala Riset Ekuator Swarna Sekuritas David Sutyanto menjelaskan, IHSG dibayangi sentimen negatif dan positif. Sentimen negatif berasal dari penurunan bursa dunia, pelemahan Rupiah, dan penurunan harga minyak.

"Serta data ekonomi yang kurang memuaskan," ujarnya dalam riset tertulis, Selasa (6/2/2018).

Akan tetapi, lanjut dia, sentimen positif datang dari peningkatan harga komoditas seperti harga nikel dan timah di LME berhasil menguat masing-masing 1,2% dan 1%.

"Sektor tambang dan saham yang berorientasi ekspor dapat menjadi pilihan," kata dia.

Sementara itu, koreksi mewarnai pergerakan IHSG kemarin. IHSG tidak mampu keluar dari zona merah hingga ditutup turun 39,14 poin atau setara 0,59% ke level 6.589,67. Seluruh sektor mengalami penurunan yang dipimpin oleh sektor aneka industri dan indsutri dasar yaitu 1,86% dan 1,84%.

Terdapat transaksi 12,40 miliar saham, dengan nilai perdagangan Rp7,03 triliun. Investor asing masih melancarkan aksi jual, dengan nilai penjualan bersih di pasar reguler mencapai Rp554,29 miliar.

David mengatakan, sentimen yang terjadi kemarin adalah kekhawatiran setelah Dow Jones terkoreksi lebih dari 500 poin pada akhir pekan lalu.

Selain itu Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal IV-2017 sebesar 5,19% secara year on year (yoy). Namun, secara kumulatif pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2017 tercatat 5,07%. Secara kuartalan pertumbuhan ekonomi Indonesia melemah ke 1,70%.

"Hal ini menjadi anomali dikarenakan beberapa negara lain mengalami penguatan seperti China di kuartal IV-2017 menguat 6,8% sama dengan kuartal sebelumnya. Ekonomi Inggris menguat dari 2,3% ke 2,5% di kuartal IV-2015. Jepang menguat dari 1,5% ke 2,0%," kata dia.

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement