nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Deretan Miliarder dari Uang Digital, Ada yang Punya Kekayaan Rp118 Triliun

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 09 Februari 2018 10:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 09 320 1857012 deretan-miliarder-dari-uang-digital-ada-yang-punya-kekayaan-rp118-triliun-mmNxiKBeWG.jpg (Foto: Koran SINDO)

NEW YORK – Meski berisiko sangat tinggi, banyak yang tergiur bermain dengan mata uang digital atau crypto currency. Mata uang digital tersebut mampu membuat seseorang kaya raya dalam waktu singkat.

Apalagi, mereka bisa mengumpulkan pundi-pundi kekayaan tanpa memeras keringat dan kerja keras. Rahasianya hanya kecepatan. Salah satu yang melakoninya adalah CZ yang ditetapkan Forbes sebagai peringkat tiga terkaya dari hasil bisnis mata uang digital.

CZ merupakan inisial dari Chang peng Zhao, CEO Binance dengan nilai kekayaan USD2 miliar (Rp28,5 triliun).

Berawal dari kantor berukuran seperti toilet di Tokyo, CZ mampu menyulap Binance menjadi salah satu pemain penyedia mata uang digital yang populer dalam waktu 180 hari.

CZ mampu membangun Binance menjadi perusahaan dengan sistem perdagangan seperti Wall Street. Pertukaran mata uang digital Binance mencapai 1,4 transaksi hanya dalam waktu satu detik. Puncak per dagangan Binance terjadi Januari lalu, di mana dia memproses 3,5 miliar pemesan, pembatalan, dan perdagangan.

Para spekulan yang mayoritas berasal dari Amerika Serikat menggunakan Binance untuk memperdagangkan dengan 120 koin yang berbeda.

Itu membuat keuntungan CZ meningkat menjadi USD200 juta pada kuartal terakhir tahun lalu. BNB, uang virtual CZ yang diciptakan pada Agustus, memberikan diskon 50% pada pemegangnya sebagai bentuk uang perdagangan.

BNB memiliki nilai pasar mencapai USD1,3 miliar (Rp18,5 triliun). Dan, itu membuat Binance dan kekayaan CZ meningkat fantastis mencapai USD2 miliar. Dalam penelusuran Forbes, CZ men duduki peringkat kedua miliarder terkaya yang meraih kekayaan dari mata uang digital. Dalam mengendalikan bisnisnya, CZ tidak memiliki kantor pusat. Para pekerjanya juga bekerja secara online dan tersebar di berbagai negara.

“Kita tidak ingin memiliki tempat yang pasti karena aturan belum pasti,” ungkap CZ.

CZ bukan satu-satunya miliarder yang kaya raya dari mata uang digital. Lainnya Chris Larsen, 57, salah satu pendiri Ripple. Larsen memiliki 5,2 miliar XRP, token yang dikeluarkan Ripple. XRP telah mengalami penurunan 65%, tetapi Larsen tetap menjadi miliarder dengan nilai kekayaan mencapai USD8 miliar (Rp118 triliun).

Dia ditetapkan Forbes sebagai peringkat satu terkaya. Pada peringkat kedua ada Joseph Lubin, 53, pendiri Ethereum memiliki kekayaan mencapai USD5 miliar (Rp71 triliun). Lubin merupakan mantan eksekutif Goldman Sachs. Dia mendirikan Consensys, perusahaan yang membantu perusahaan dalam meluncurkan token dan mata uang virtual.

Kemudian, Cameron dan Tyler Winklevoss merupakan investor mata uang digital dengan nilai kekayaan mencapai USD1,1 miliar (Rp15,7 triliun). Cameron dan Tyler merupakan pendiri Winklevoss Capital. Mereka menduduki peringkat keempat miliarder dalam bidang mata uang digital.

Ketertarikan mereka itu diawali ketika mereka membeli Bitcoin sejak 2012 ketika banyak orang belum mengetahui perkembangan mata uang digital.

Selanjutnya, pada peringkat kelima adalah Matthew Mellon, 54. Dia merupakan investor de ngan nilai kekayaan mencapai USD1 miliar. Dia dikenal publik sebagai investor awal XRP, token yang diluncurkan oleh Ripple.

Peringkat keenam ada CEO Coinbase, Briam Amstrong, pusat penukaran uang virtual di AS. Kekayaannya sekitar USD900 juta-USD1 miliar.

Berikutnya 7 dan 8 ditempati masing-masing Mattew Roszak (USD900 juta-USD1 miliar) dan Anthoni Di Lorio (USD750 juta-USD1 miliar).

Miliarder lain yang unik adalah Brock Pierce, chairman Yayasan Bitcoin, melihat sisi positif dari uang digital yang akan menciptakan banyak jutaan dan miliarder. Dia menempati urutan 9 terkaya.

“Ini menjadi kesempatan untuk menjadi triliuner yakni seseorang yang memiliki dampak positif terhadap kehidupan di planet ini,” ujar pria dengan kekayaan USD700 juta-USD1 miliar.

Pierce mampu mendapatkan dana USD60 juta dari Goldman Sachs dengan bantuan Stephen Bannon, mantan penasihat Donald Trump di Gedung Putih, untuk mendirikan perusahaan. Pierce sendiri ikut bermain dalam mata uang digital dengan menambang Bitcoin dan kemudian berinvestasi pada mata uang digital lainnya.

Dengan kekayaan yang didapatkan dalam waktu singkat itu, Pierce juga menjanjikan bantuan senilai miliaran dolar ke lembaga amal.

Peringkat 10, ada nama Michael Novogratz yang memulai bisnis mata uang virtual pada 2013 dengan kekayaan mencapai USD700 juta-USD1 miliar.

Saat ini terdapat 1.500 aset mata uang digital yang muncul dengan nilai mencapai USD550 miliar (Rp7.857 triliun) atau meningkat 31 kali lipat sejak awal 2017 lalu.

Harga mata uang digital itu selalu turun dan naik dengan drastis. Bitcoin, contohnya, bisa turun hingga 50% dari nilai puncaknya. Dengan begitu, mata uang digital itu selalu memiliki nilai yang spekulatif.

Transaksi mata uang digital juga diwarnai dengan aroma pasar gelap, dan pola untuk menghindari pajak oleh individu tertentu. Upaya Forbes untuk merilis 20 miliarder mata uang digital itu merupakan hal yang cukup unik. Pasalnya, nilai kekayaan mereka tidak terpublikasi secara jelas. Nilai kekayaan mereka pun kerap muncul dalam bentuk mata uang virtual.

“Ini merupakan pertama kali meng ungkap orang terkaya dari mata uang digital. Ini bagian dari transparansi untuk mengangkat mata uang digital dari mata uang yang tidak dikenal,” ujar Randall Lane, chief content officer Forbes Media.

Beli Lamborghini

Sementara itu, masyarakat biasa juga banyak yang mendadak kaya raya karena mata uang virtual ini. Peter Saddington, 35, misalnya, mampu menjadi jutawan karena investasi Bitcoin. Dia membeli Lamborghini Huracan senilai USD200.000 pada 2015 lalu. Investor mata uang digital kini sudah mulai unjuk gigi dengan menampilkan kemewahan.

“Sebagai pegiat teknologi dan seseorang yang suka mengambil risiko dengan teknologi baru, saya pikir Bitcoin merupakan hal penuh dengan intrik,” kata Saddington kepada CNBC .

Dalam mempelajari mata uang digital, dia mengaku mempelajari Bitcoin secara khusus. Saddington mulai berinvestasi Bitcoin pada 2011 dengan nilai USD2,52. Kemudian menambah membeli 1.000 koin. Ketika Bitcoin mencapai puncaknya, yakni USD19.000, dia pun kaya raya. Namun, nilai Bitcoin sudah jatuh hingga USD8.100.

“Saya pemegang Bitcoin sudah lama,” kata Saddington.

Sementara itu, Lamborghini dianggap sebagai simbol kekayaan bagi jutawan Bitcoin. Mereka yang sukses berinvestasi pada mata uang digital pun selalu mengaitkan mobil mewah dengan identitas kehidupan mereka. Apalagi, dealer mobil mewah seperti Lamborghini dan Ferrari kini sudah menerima pembayaran dengan mata uang digital sejak 2013. Sementara di Indonesia, Bank Indonesia telah melarang peredaran mata uang digital mulai 2018. (Andika Hendra)

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini