nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

IPO Dapat Hindari Konflik Usaha Keluarga

ant, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 16:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 14 278 1859546 ipo-dapat-hindari-konflik-usaha-keluarga-KghSsxijg0.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai bahwa aksi perusahan melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dapat menghindari polemik dari usaha keluarga khususnya terkait dengan kepemilikan saham.

"IPO merupakan salah satu sarana bagi perusahaan keluarga untuk menghindari konflik, karena pada umumnya pendiri perusahaan merupakan orangtua yang akan mewariskan perusahaannya" ujar Senior Executive Vice President, Head of Potential Issuer Development BEI Umi Kulsum dalam seminar Road To Go Public di Jakarta, Rabu (14/2/2018).

 Baca Juga: 8 Perusahaan Siap IPO dalam Waktu Dekat, Bergerak di Sektor Apa Saja?

Melalui IPO, lanjut dia, perusahaan juga akan memperoleh akses pendanaan lebih luas dalam rangka mengembangkan usaha, dan perusahaan akan dapat meningkatkan penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good governance corporate/GCG).

"Dengan perusahaan melakukan IPO, maka perusahaan akan didorong untuk menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, dan juga dipantau kinerjanya oleh publik," katanya.

Dia menambahkan bahwa menjadi perusahaan tercatat di BEI juga akan mendorong sumber daya di dalam perusahaan untuk bekerja secara profesional. Dengan begitu, perusahaan dapat terus melangsungkan bisnisnya.

Dalam kesempatan sama, Chief Financial Officer (CFO) Tower Bersama Group, Helmy Yusman Santoso mengatakan bahwa salah satu keuntungan dari perusahaan melakukan IPO adalah akses pendanaan akan menjadi lebih mudah baik di dalam negeri maupun global.

"Setelah IPO, perusahaan dapat menerbitkan surat utang (obligasi) baik di dalam negeri dan luar negeri," ujarnya.

 Baca juga: Dorong Perusahaan IPO, Dirut BEI Paparkan Besarnya Market Cap Apple dan Google

Sementara itu, Head of Valuation BDO Indonesia, Panca Arief Jatmika mengemukakan terdapat tiga tahap untuk melakukan IPO, yakni penelaahan, persiapan, dan pelaksanaan IPO serta ekspansi bisnis.

Dia memaparkan, proses penelaahan dimulai dengan memahami perusahaan melalui penilaian faktor internal dan eksternal yang akan mempengaruhi kesuksesan untuk melakukan IPO.

"Penelaahan akan membantu memahami posisi perusahaan, masa depan serta prospek bisnis perusahaan," katanya.

Untuk tahap persiapan IPO, lanjut dia, perusahaan melakukan valuasi saham, restrukturisasi, dan pencarian calon investor. Dan tahap terakhir yakni melaksanakan IPO serta menggunakan dana IPO untuk melakukan ekspansi bisnis.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini