Image

Gubernur BI: Era Suku Bunga Acuan Rendah Sudah Berakhir

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 15 Februari 2018 21:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 15 20 1860319 gubernur-bi-era-suku-bunga-acuan-rendah-sudah-berakhir-QDpapZMK0W.jpg Foto: Rapat RDG BI (Yohana/Okezone)

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, tren suku bunga acuan rendah sudah berakhir, sehingga pelonggaran suku bunga acuan diprediksi takkan terjadi di tahun ini.

Agus mengungkapkan, pada Rapat Dewan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (FOMC) dikatakan kenaikan Fed Fund Rate (FFR) bisa terjadi lebih dari 3 kali di tahun 2018. Ini menunjukan tren kenaikan suku bunga memang sedang berlangsung.

"Diduga ada kemungkinan lebih dari 3 kali yang membuat suatu kondisi terjadinya instability di sistem keuangan, karena ini adalah periode yang di negara-negara maju suku bunga acuan akan cenderung meningkat," jelas Agus dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Kamis (15/2/2018).

 Baca juga:

BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di 4,25%

The Fed Naikkan Suku Bunga hingga 25 Basis Poin

Lebih lanjut, Agus mengatakan era suku bunga rendah sudah terjadi sepanjang 2009-2015, sehingga kini sudah memasuki era suku bunga yang menguat. Oleh sebab itu, tak hanya AS tapi negara-negara maju lainnya juga diprediksi akan menaikkan suku bunga acuan oleh bank sentralnya.

"Kondisi ini juga (kenaikan suku bunga acuan) terjadi di negara besar maju, di mana suku bunga acuan akan dinaikkan," ucapnya.

 Baca juga:

Suku Bunga Acuan BI Tetap, Ini Penjelasan Agus Martowardojo

Bank Sentral Eropa Tahan Suku Bunga

Dia menjelaskan, untuk kenaikan suku bunga acuan negara Paman Sam, diperkirakan akan terjadi pada bulan Maret, Juni, dan Desember. Jelang kenaikan tentu akan terjadi volatilitas pasar yang juga akan berdampak pada Indonesia.

"Dan BI pasti akan hadir kalau seandainya itu tidak sejalan dengan fundamental kita. Arah kebijakan kita suku bunga acuan di 4,25%, kita yakini kebijakan rate dengan terjaganya makro ekonomi dan stabilitas ekonomi yang mendukung pemulihan ekonomi Indonesia," pungkasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini