Sri Mulyani Ramal Rupiah Tembus Rp13.500/USD di 2018

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Senin 12 Maret 2018 16:26 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 12 278 1871527 sri-mulyani-ramal-rupiah-tembus-rp13-500-usd-di-2018-ZLo0nB0y69.jpg Foto: Sri Mulyani (Lidya/Okezone)

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terus mengalami pelemahan sejak awal tahun lalu. Bahkan Rupiah pernah tembus mencapai Rp13.800 per USD.

Dengan pelemahan Rupiah ini, maka Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, nilai tukar Rupiah di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 yang dipatok Rp13.400 per USD akan mengalami kenaikan.

"Nilai tukar mungkin agak sedikit melemah ya ke Rp13.500 per USD untuk keseluruhan tahun," ungkap Sri Mulyani di Kemenkeu, Jakarta, Senin (12/3/2018).

 Baca Juga: Sektor Pariwisata Diyakini Perkuat Nilai Tukar Rupiah

Sementara itu, harga minyak mentah Indonesia (ICP) juga akan mengalami perubahan sepanjang tahun ini dari yang dipatok sebesar USD48 per barel menjadi sekitar USD55 per barel-USD60 per barel.

"Untuk lifting minyak tetap dijaga di 800.00 barel per hari, dan lifting gas tetap dijaga di 1.200 ribu barel setara minyak per hari," jelasnya.

 Baca Juga: Ramalan Ketua LPS: Dolar Bakal Naik Turun

Selain itu, untuk asumsi makro lainnya di APBN 2018 masih tetap berjalan sesuai dengan yang ditetapkan sejak awal. Seperti pertumbuhan ekonomi masih ditargetkan 5,4%, inflasi sebesar 3,5% dan tingkat bunga SPN 3 bulan turun menjadi 5%.

"Untuk 2018 evaluasi pelaksanaan APBN, pertumbuhan ekonomi kita tetap perkirakan di 5,4%. Kita terus berusaha menstabilkan harga, menjaga momentum konsumsi, dan akselarasi investasi dan ekspor," tukas dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini