Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dubes RI untuk Malaysia Usul ke Presiden Bangun Kawasan Industri di Perbatasan Entikong dan Nunukan

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Jum'at, 16 Maret 2018 |14:51 WIB
Dubes RI untuk Malaysia Usul ke Presiden Bangun Kawasan Industri di Perbatasan Entikong dan Nunukan
Foto: Antara
A
A
A

MIRI - Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Rusdi Kirana mengusulkan pembangunan kawasan industri di wilayah perbatasan. Usulan ini akan dia sampaikan ke Presiden Joko Widodo.

Pemikiran ini muncul saat dirinya mengunjungi ladang di kawasan perbatasan. Menurut Bos Lion Air Group ini, luasnya ladang membuat Malaysia kerap kekurangan tenaga kerja. 

"Satu ladang 35.000 hektare. Dari depan ladang masuk ke dalem luasnya 35 kilometer, Mereka kurang tenaga kerja. Kita ada usul bagaimana di perbatasan dibangun kawasan industri," kata Rusdi di Miri Malaysia, Jumat (16/3/2018).

Baca Juga: Pemerintah Anggarkan Rp180 Miliar Bangun Perbatasan NTT

Tenaga kerja yang disiapkan juga tidak ilegal. Sebab, di kawasan tersebut juga akan dibangun sekolah pendidikan vokasional sesuai dengan industri yang dibutuhkan. 

"Tenaga kerjanya enggak perlu ilegal dan sudah ada dana dari Kemendikbud untuk sekolah vokasional anak Indonesia," tambah dia. 

Baca Juga: Pembangunan Pos Lintas Batas Negara Demi Harga Diri RI

Rusdi berharap dibangunnya kawasan industri di perbatasan bisa menarik investor Malaysia menamakan modalnya. 

"Kalau untuk ekspor ke negara ketiga dari Jawa ke luar itu kan mahal. Kalau kita bawa dari Kalimantan itu murah karena jaraknya enggak jauh. Bisa ke China dan lain-lain, itu logistik nya lebih murah. Intinya kalau kita bisa kerjasama enggak berpikir lebih tinggi lebih baik itu akan jadi lebih baik," tukas dia. 

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement