Masyarakat Pakai Ringgit di Perbatasan, Ini PR untuk BI

Aditya Pratama, Jurnalis · Selasa 09 Februari 2021 18:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 09 320 2359364 masyarakat-pakai-ringgit-di-perbatasan-ini-pr-untuk-bi-JGecCSYREn.jpg Mata Uang Asing (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Masyarakat di daerah perbatasan masih menggunakan mata uang ringgit sebagai alat transaksi. Hal ini menjadi sorotan imbas dari penangkapan penangkapan Zaim Saidi, inisiator penggunaan dinar-dirham di Pasar Muamalah Depok. Pasalnya, penggunaan mata uang asal Malaysia di perbatasan Indonesia-Malaysia masih sering terjadi.

Baca Juga: Diduga Hendak Edarkan 1 Kg Ganja, 4 Warga Papua Ditangkap

Melihat fenomena tersebut, Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra menuturkan, hal tersebut kemungkinan terjadi karena kebanyakan barang yang berada di perbatasan berasal dari Malaysia dan transaksi dilakukan dengan masyarakat dari Malaysia.

"Sehingga (ringgit) (digunakan) untuk memudahkan menggunakan mata uang negara tersebut," ujar Ariston saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (9/2/2021).

Baca Juga: BNPP Sebut Ada 29 Titik Tak Resmi di Lintas Batas Indonesia-Malaysia

Namun, di sisi lain Bank Indonesia menyatakan bahwa pihaknya selama ini terus melakukan edukasi penggunaan rupiah di daerah terdepan terpencil dan terluar (3T), termasuk untuk daerah perbatasan.

Seperti menyebarkan informasi mengenai kewajiban penggunaan uang rupiah sebagai alat pembayaran yang sah. Kemudian, rupiah sebagai simbol kedaulatan negara dan ciri-ciri keaslian uang rupiah.

Namun, Ariston menyebut Bank Indonesia juga harus harus bekerja sama dengan pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur di perbatasan sehingga arus barang dari dalam negeri bisa sampai di perbatasan dalam jumlah memadai dan harga terjangkau.

"Dengan demikian masyarakat di perbatasan tidak perlu banyak membeli barang dari negara tetangga," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini