Marak Uang Asing di Perbatasan, BI Siapkan Rupiah Berapapun

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 08 Februari 2021 17:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 08 320 2358676 marak-uang-asing-di-perbatasan-bi-siapkan-rupiah-berapapun-EldC2hubul.jpeg Rupiah (Shutterstock)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) terus senantiasa memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar di Indonesia. Termasuk juga pada wilayah-wilayah perbatasan yang akan terus dipastikan ketersediaannya sesuai kebutuhan masyarakat.

Hal tersebut sekaligus menjawab pernyataan yang beredar tentang penggunaan mata uang di luar Rupiah pada wilayah perbatasan. Pertanyaan tersebut menyusul adanya pelarangan penggunaan dinar-dirham sebagai alat transaksi di pasar Muamalah.

Baca juga: Rupiah Tekan Dolar AS, Pagi Ini Parkir di Rp14.015/USD

“Bank Indonesia senantiasa memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk wilayah perbatasan dengan jenis pecahan dan nominal yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (8/2/2021).

Menurut Erwin, untuk wilayah terdepan, terpencil dan terluar (3T), termasuk lintas batas negara, pemenuhan dilakukan langsung oleh BI melalui kegiatan kas keliling serta bekerjasama dengan perbankan. Sedangkan khusus untuk daerah terluar, BI juga melakukan kerjasama dengan TNI AL untuk distribusi uang Rupiah layak edar.

Baca juga: Peringatan Keras BI! Hati-Hati Bikin Candaan Uang Redenominasi Rp100 Gambar Jokowi

Selain itu, edukasi mengenai penggunaan Rupiah juga terus dilakukan di wilayah 3T. Termasuk daerah perbatasan mencakup informasi mengenai Kewajiban Penggunaan uang Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah.

“Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara dan Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah baik dilakukan oleh BI maupun bekerjasama dengan perbankan,” jelas Erwin.

Selain edukasi dan penyaluran, penegakan hukum juga akan dilakukan. Penegakan hukum mengenai kewajiban penggunaan Rupiah ini akan dilakukan dengan aparat penegak hukum.

“Penegakan hukum mengenai kewajiban penggunaan Uang Rupiah dilakukan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum,” kata Erwin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini