Bahkan, di usianya 82 tahun, dia terus membangun kembali kapasitas produksi padi Indonesia yang terlantar, agar rakyat Indonesia dapat menikmati persediaan beras yang melimpah dengan harga terjangkau.
Meskipun menjadi "manusia tradisional", Probosutedjo mengakui pentingnya kemajuan pengetahuan di Indonesia dan bagaimana transfer pengetahuan dari negara lain dapat membantu memfasilitasi ini. Oleh karena itu, dia pun membantu puluhan pria dan wanita muda berbakat untuk belajar di luar negeri.
Di Indonesia, Probosutedjo telah membangun dua universitas: Universitas Mercu Buana, berlokasi di Jakarta Barat, dan Universitas Wangsa Menggala (kini juga berubah menjadi menjadi Universitas Mercu Buana Yogyakarta), yang terletak di kota kelahirannya, Yogyakarta. Universitas Mercu Buana adalah yang terbesar dari keduanya dan saat ini memiliki tiga kampus di wilayah Jakarta.
Probosutedjo menghabiskan banyak waktu dan energi, juga kekayaan pribadinya, untuk membantu yang kurang beruntung. Selain membangun dua universitas, dia telah membantu dalam membangun sekolah dasar dan menengah, masjid, dan bahkan mensponsori siswa berbakat untuk melanjutkan studi mereka di institut pendidikan tinggi.
Menurutnya, dengan membangun sekolah dan universitas dia dapat langsung meningkatkan kualitas pendidikan di negeri ini.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.