JAKARTA - BUMN Farmasi PT Indofarma Tbk (INAF) mencatatkan kenaikan kerugian bersih sebesar Rp28,91 miliar. Angka ini, naik sekira 166,5% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Melansir keterbukaan informasi yang diterbitkan perseroan, Rabu (28/3/2018), rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp46,28 miliar dari sebelumnya Rp17,36 miliar.
Perseroan mencatat, penjualan bersih mengalami penurunan menjadi Rp1,63 triliun dari sebelumnya Rp1,67 triliun. Akibatnya, rugi bersih per saham Indofarma naik menjadi Rp14,93 dari sebelumnya Rp5,6.
Di sisi lain, perseroan mencatat total kewajiban dan utang mengalami kenaikan menjadi Rp1 triliun dari sebelumnya Rp805,87 miliar. Utang tersebut, terdiri dari utang jangka pendek sebesar Rp893,28 miliar dan utang jangka panjang sebesar Rp110,17 miliar.
Selain itu, Indofarma juga mencatat kenaikan total aset menjadi Rp1,52 triliun dari sebelumnya Rp1,38 triliun. Aset tersebut, terdiri dari aset lancar sebesar Rp930,98 miliar dan aset tidak lancar sebesar Rp598,89 miliar.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.