Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Grab Akuisisi Uber hingga Go-Jek Akan Ekspansi 3 Negara

Keduari Rahmatana Kholiqa , Jurnalis-Kamis, 29 Maret 2018 |14:32 WIB
Grab Akuisisi Uber hingga Go-Jek Akan Ekspansi 3 Negara
Taksi online. Foto: Okezone
A
A
A

JAKARTA - Berbagai moda transportasi mulai menjamur di Indonesia, mulai dari Go-Jek, Grab, Uber, Blue-Jek, Wheel Line, dan masih banyak lagi. Ketiga perusahaan transportasi berbasis aplikasi tersebut tentu memiliki tawaran aplikasi yang memudahkan dan mempraktiskan pelanggan.

Tetapi sekarang, di Indonesia hanya tinggal 2 moda Transportasi berbasis aplikasi, yaitu Go-Jek dan Uber. Pasalnya, Grab sudah mengakuisisi Uber di Asia Tenggara, termasuk Uber Eats dan Uber mendapatkan 27,5% saham Grab.

Lalu, tidak mau merasa kalah dengan saingannya Grab, Go-Jek mengumumkan ekspansi pertamanya ke negara lain di Asia Tenggara dalam beberapa minggu ke depan.

Baca Juga: Akuisisi Uber, Grab Gelar Teleconference se-Asia Tenggara

Berikut, fakta menarik dari Grab dan Go-Jek, seperti dirangkum Okezone Finance, Kamis (29/3/2018).

1. Go-Jek

Perusahaan ojek online bernama PT Go-Jek Indonesia ini sudah didirikan sejak 2010 di Jakarta. Saat ini, CEO dijabat oleh Nadiem Makarim, pemuda Indonesia jebolan Harvard Business School, Universitas Harvard, Amerika Serikat. Go-Jek menawarkan layanan transportasi ojek, kirim makanan dan, atau kurir dengan tarif berbasis kilometer yang terjangkau.

Memiliki banyak layanan

Go-Jek memiliki banyak layanan untuk memudahkan pelanggan, seperti Go-Ride, Go-Car, Go-Send, Go-Food, Go-Mart, Go-Box, Go-Cean, Go-Glam, Go-Tix, Go-Busway, Go-Massage, dan Go-Pay.

Menjalin Kerjasama

PT Go-Jek Indonesia dan PT Blue Bird Tbk (BIRD) menjalin kerjasama di tahun 2016. Dua perusahaan ini akan menjalin kerjasama dalam hal penyediaan pemesanan taksi secara online.

Lalu, Go-Jek juga menjalin kerja sama dengan Lazada Indonesia dengan memberikan layanan pengiriman barang.

Baca Juga: Akuisisi Uber oleh Grab Bisa Terancam Gagal di Singapura

Mendapatkan banyak suntikan dana

Beberapa perusahaan banyak yang berinvestasi ke Go-Jek yang dapat membuat perusahaan transportasi era digital itu semakin maju dan berkembang pesat, Perusahaan yang pernah berinvestasi, yaitu PT Astra International Tbk (ASII), Google, Blibli.com, JD,id, Tamasek Holdings, Meituan-Dianping,  dan 2 Investor Amerika, dan lainnya.

Penghasilan 

CEO Go-Jek Nadiem Makarim mengatakan, Go-Jek yang bekerja di bawah 10 jam menghasilkan hingga Rp4 juta per bulan, sedangkan yang kerja penuh dalam 12 jam bisa mencapai Rp8 juta per bulan.

"Rata-rata pendapatan supir Go-Jek Rp4 juta, itu rata-rata ya. Artinya yang geber 12 jam atau 10 jam hingga 12 jam bisa hasilkan Rp6 juta- Rp8 juta per bulan. Berarti dia sudah deep di dalam kelas menengah. Jadi lompatan itu tercapai dengan kerja keras antar-antar barang dan makanan, dan itu 100% fleksibel bisa full time atau part time," ungkapnya di Kemenkeu, Jakarta, Kamis (26/10/2017).

Akuisisi 3 Startup Fintech

Go-Jek akuisisi tiga startup teknologi keuangan (fintech) Tanah Air. Langkah ini ditempuh demi memperkuat layanan pembayaran atau dikenal Go-Pay milik perusahaan yang dipimpin Nadiem Makarim tersebut.

Tiga perusahaan yang diakuisisi Go-Jek itu yakni Kartuku, Midtrans, dan Mapan. Ketiga perusahaan yang kini bernaung di Go-Jek ini akan mendukung ekspansi Go-Pay di Indonesia. Tiga perusahaan yang diakuisisi Go-Jek itu yakni Kartuku, Midtrans, dan Mapan. Ketiga perusahaan yang kini bernaung di Go-Jek ini akan mendukung ekspansi Go-Pay di Indonesia.

Go-Jek Berkontribusi sekira Rp9.9 Triliun Untuk Perekonomian Indonesia

PT Go-Jek Indonesia, perusahaan penyedia jasa transportasi online, tercatat berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia sekira Rp9,9 triliun setiap tahunnya. Nilai ini setidaknya hanya disumbang dari layanan pada roda dua saja.

Pernyataan tersebut merupakan hasil penelitian Lembaga Demografi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) mengenai dampak sosial ekonomi dari hadirnya Go-Jek terhadap perekonomian Indonesia dalam periode Oktober-Desember 2017. Adapun penelitian ini sendiri bekerjasama langsung dengan pihak Go-Jek.

Manajer Penelitian Lembaga Demografi FEB UI Paksi CK Walandouw mengatakan, angka Rp9,9 triliun per tahun terdiri dari kontribusi yang disumbangkan fitur Go Ride sebanyak Rp8,2 triliun per tahun atau Rp682,6 miliar per bulan pada perekonomian Indonesia. Hal ini berdasarkan dari penghasilan mitra pengemudi Go-Jek sebanyak 3.315 orang.

Sedangkan sisanya sebanyak Rp1,7 triliun per tahun atau Rp138,6 miliar perbulan yang berasal dari fitur Go-Food. Ini berdasarkan penghasilan dari mitra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebanyak 806 yang bergabung dalam Go-Food.

Go-Jek Akan Ekspansi ke 3 Negara

Perusahaan transportasi online asal Indonesia, Go-Jek, pun tidak mau kalah dengan langkah Grab. Go-Jek pun akan mengumumkan ekspansi pertamanya ke negara lain di Asia Tenggara dalam beberapa minggu ke depan.

Melansir Reuters, Kamis (29/3/2018), CEO Go-Jek Nadiem Makarim mengatakan berencana untuk memperluas ke tiga negara Asia Tenggara lainnya pada pertengahan tahun ini.

Sayangnya, Makarim tidak menyebutkan nama negara-negara yang ditargetkan untuk ekspansi. Akan tetapi, chief technology officer Go-Jek sebelumnya mengatakan pihaknya bertujuan untuk mengatur operasi di Filipina tahun ini.

2. Grab

Didirikan oleh Anthony Tan (CEO) dan Tan Hooi Ling pada 2012, Grab memerlukan modal USD1,45 miliar untuk beroperasi. Berdasarkan data tahun 2017, perusahaan yang bergerak dalam bidang transportasi ini telah memiliki valuasi pasar senilai USD10,38 miliar.

Akuisisi bisnis Uber di Asia Tenggara

Grab telah mengakuisisi Uber di Asia Tenggara dan bisnis pengiriman makanan atau Uber Eats pada Senin (26/3/2018).

Dari aksi akuisisi ini, banyak perubahan yang mendasar. Seperti saham di perusahaan Grab tersebut sebesar 27,5%. Selain itu, CEO Uber Dara Khosrowshahi juga akan bergabung dengan dewan direksi Grab.

Selain itu, Grab juga akan siapkan platform khusus usai akuisisi Uber di Asia Tenggara. Uber akan dapat menggabungkan kekuatan kedua perusahaan tersebut ke dalam platform terpadu. "Di mana akan melayani kebutuhan perjalanan, pengantaran dan pembayaran jutaan orang setiap harinya di 117 kota di Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, akuisisi tersebut akan mendapatkan hambatan. Pasalnya, Komisi Persaingan Singapura (Commission of Singapore/CCS) mengatakan bahwa undang-undang persaingan Singapura melarang merger yang berujung pada pengurangan kompetisi yang substansial.

Melansir Business Insider, Selasa (27/3/2018), saat ini otoritas persaingan Singapura belum menerima pemberitahuan tentang merger. Mereka pun telah meminta kedua belah pihak untuk memperjelas rinciannya.

Resmi per tanggal 8 April, Uber akan menyerahkan layanan mereka kepada Grab.

"Kami bermaksud untuk memberikan berita ini untuk Anda - Uber dan Grab akan menyatukan kegiatan operasi kami untuk memberikan anda tahapan selanjutnya dari pelayanan bersama di Indonesia dan Asia Tenggara," tulis Uber melalui sebuah email yang dikirim pada Senin atau 26 Maret 2018.

Lebih lanjut perusahaan menjelaskan bahwa setelah transisi berlangsung, semua permintaan atas layanan perjalanan akan dilakukan melalui aplikasi Grab. Akan tetapi, pengguna tetap dapat menggunakan aplikasi Uber pada lebih dari 80 negara di seluruh dunia.

Uber menyarankan kepada pengguna untuk mengunduh aplikasi Grab melalui link yang ditautkan, kemudian membuat akun. Penumpang baru Grab juga bisa menggunakan promo yang diberikan oleh perusahaan.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement