JAKARTA - Pembangunan Bandara Internasional Kertajati dipastikan selesai 100% meskipun terjadi keterlambatan pembayaran kepada kontraktor. Hal tersebut telah disampaikan kepada kontraktor yaitu PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT PP Tbk (PTPP).
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, keterlambatan pembayaran kepada kontraktor hanyalah faktor proses administrasi keuangan.
"Lebih ditekankan kepada para kontraktor ke PT PP dan WIKA untuk berkomitmen menyelesaikan segera, tidak terhambat pembiayaan, karena pembiayaan itu adalah pasti," kata dia di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Senin (2/4/2018).
Untuk saat ini, pembangunan Bandara Internasional Kertajati telah mencapai 92% lebih. Dengan demikian, bandara yang terletak di Kabupaten Majalengka itu bisa beroperasi pada bulan Mei 2018 mendatang. "Optimistis Insya Allah karena Pak Presiden sudah mencanangkan bandara bisa dipakai buat haji 2018," ujarnya.
Sekadar informasi, untuk membangun bandar internasional Kertajati pemerintah membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB). Adapun BIJB menawarkan 38% saham pengelolaan Bandara Kertajati senilai Rp930 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk setoran modal pemegang saham dan jasa sarana bandara.
Porsi saham tersebut akan dimiliki PT Angkasa Pura (AP) II sebesar 25% sedangkan sisanya sebesar ditawarkan kepada investor melalui skema Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT).
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.