nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Intip Pembicaraan Presiden Jokowi dengan 11 Dubes Bahas Ekonomi

ant, Jurnalis · Rabu 04 April 2018 14:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 04 20 1881990 intip-pembicaraan-presiden-jokowi-dengan-11-dubes-bahas-ekonomi-Ya1stTIcgu.jpg Foto: Presiden Jokowi (Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo membahas upaya peningkatan ekonomi Indonesia dengan negara-negara sahabat saat 11 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh menyerahkan surat-surat kepercayaan di Istana Merdeka.

"Ada beberapa negara yang berasal dari Uni Eropa, Presiden kembali menekankan mengenai pentingnya kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan antara Indonesia dengan Uni Eropa dan saat ini kita sedang menegosiasikan Indonesia-UE CEPA," kata Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi di Istana Kepresidenan, Jakarta usai mendampingi Presiden dalam acara tersebut, Rabu (4/4/2018).

Selain itu, Presiden dengan beberapa Dubes LBBP kawasan Eropa yang hadir yaitu Rusia, Georgia, Latvia, dan Polandia membahas perhatian negara-negara Uni Eropa tentang hubungan perdagangan kelapa sawit.

Ketika berbincang dengan Dubes LBBP Federasi Rusia untuk RI Lyudmila Georgievna Vorobieva, Presiden membahas tentang target peningkatan perdagangan bilateral dari USD3 miliar ke angka USD5 miliar.

Menlu mengatakan saat ini perdagangan dan investasi dengan Rusia tidak hanya bersifat bilateral tetapi juga diajukan dalam konteks Persatuan Ekonomi Eurasian (EAEU).

"Kita sampaikan negara Rusia terus mendukung Indonesia dalam upaya untuk mengembangkan ekonomi dengan EAEU," ujar Retno.

Kemudian bersama Dubes LBBP Australia untuk RI Gary Francis Quinlan, dia membahas tentang Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).

Presiden juga menyampaikan undangan kepada Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull untuk hadir saat pertemuan Our Ocean Conference 2018 di Bali pada Oktober mendatang. Jokowi juga mengapresiasi peran Australia yang menjadi tuan rumah saat KTT ASEAN-Australia.

Sementara dengan Dubes LBBP Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-beom, Presiden membahas upaya peningkatan kerja sama ekonomi dengan Negeri Ginseng khususnya di bidang industri.

"Pada saat Presiden Korea Selatan datang ke Indonesia, dari Strategic Partnership kemudian dinaikkan menjadi Special Strategic Partnership yang terfokus pada akselerasi industrialisasi. Maka Presiden meminta agar fokus akselerasi industrialisasi ini juga kemudian dilanjutkan menjadi fokus bagi kerja sama Indonesia dengan Korea Selatan," ujar Menlu.

Presiden juga telah menerima surat kepercayaan dari 8 Dubes LBBP lain yaitu Dubes LBBP Kerajaan Bahrain untuk RI Mohamed Ghassan Mohamed Adnan Shaikho, Dubes LBBP Georgia untuk RI Irakli Asashvili, Dubes LBBP Fiji untuk RI Seleima Dikawakawayali Veisamasama, dan Dubes LBBP Polandia untuk RI Beata Stoczynska.

Selain itu, Dubes LBBP Uganda untuk RI Dorothy Samali Hyuha, Dubes LBBP Gambia untuk RI Ramzia Diab Ghanim, Dubes LBBP Latvia untuk RI Normans Penke, dan Dubes LBBP Pantai Gading untuk RI Jeanne Guehe juga menyerahkan surat-surat kepercayaan kepada Presiden Jokowi.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini