Sebagai regulator, kata dia, pihaknya tentu akan lebih mengutamakan keselamatan. Oleh sebab itu, pihaknya tengah mempertimbangkan obstacle tersebut.
"Itu apakah bukit ada dalam hutan lindung atau tidak, kalau enggak, kan bisa dipotong, kalau itu masuk dalam hutan lindung ya kan enggak bisa dipotong. Ini konsennya hanya apakah ini bisa dipakai landasan dengan desain pesawat propeller atau landasan pesawat jet," katanya.
Baca Juga: Kemenhub Diminta Tetapkan Lokasi Bandara Bali Utara
Soal, kemungkinan bisa menjadi bandara internasional, Agus menyatakan, itu masih dalam kajian selanjutnya. Sebab yag diutamakan adalah keamanan akibat adanya obstacle. Oleh sebab itu, pihaknya terus lakukan pendampingan dalam pembangunannya.
"Karena dia (Gudang Garam) inginnya panjang (runway) sampai 3.400 meter. Nah konsen, gunung klotok itu lah bisa dipotong atau tidak , kalau dipotong ya bisa jadi besar kalau tidak ya tetap dengan desain pesawat proppeler," tukasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.